Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemain sepak bola Piala Dunia Iran telah memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat. Hal itu diungkapkan seorang pejabat AS kepada Reuters, beberapa hari sebelum pertandingan pertama mereka.
Meski demikian, media Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa beberapa staf administrasi belum mendapatkan visa mereka.
Para hari Jumat, tepatnya 10 hari sebelum Iran bermain di Los Angeles, pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa para pemain telah menerima visa mereka. Pernyataan itu dilontarkan setelah duta besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka belum menerimanya.
Seorang juru bicara federasi Piala Dunia Iran tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa mereka yang belum menerima visa termasuk Direktur Eksekutif Mehdi Kharati, sekretaris jenderal federasi sepak bola, Hedayat Mombini, dan Direktur Media Mohsen Motamedkia. Anggota staf tanpa visa akan berangkat ke Meksiko bersama tim sementara upaya untuk mendapatkan visa terus dilakukan, menurut kantor berita tersebut.
AS, Meksiko, dan Kanada menjadi tuan rumah bersama acara olahraga global terbesar ini, yang dimulai pada hari Rabu. Perang terhadap Iran, yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada bulan Februari, telah mengubah Piala Dunia menjadi kontes geopolitik, dengan kedua belah pihak tampaknya menggunakan turnamen ini untuk manuver politik.
Ini adalah Piala Dunia pertama sejak didirikan pada tahun 1930 di mana negara tuan rumah akan menerima negara yang sedang berperang dengannya.
Teheran melakukan negosiasi di menit-menit terakhir untuk memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, karena masalah visa dan meningkatnya perasaan di Iran bahwa kehadiran tim di Amerika Serikat harus diminimalkan. Mereka dijadwalkan mendarat di Tijuana pada Minggu pagi.
Iran dijadwalkan memainkan pertandingan pertama Grup G mereka pada 15 Juni melawan Selandia Baru di Los Angeles, di mana mereka juga akan menghadapi Belgia sebelum melawan Mesir di Seattle.
Sementara itu, Duta Besar Pasandideh menyebut AS tidak pernah secara resmi mengatakan bahwa mereka tidak ingin tim Iran tinggal di wilayahnya.
Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen pada hari Selasa bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran untuk memasukkan dalam delegasinya orang-orang yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam, cabang yang kuat dari angkatan bersenjata Iran.
Mehdi Taj, presiden federasi sepak bola Iran, ditolak masuk untuk undian turnamen di Washington pada bulan Desember. Dia adalah mantan komandan di Garda Revolusi.
Menurut Pasandideh, keinginan Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia menggarisbawahi upayanya untuk mencapai resolusi dalam perang dengan Washington.
"Partisipasi Iran di Piala Dunia - bahkan di tanah yang dianggap sebagai musuhnya - menunjukkan bahwa Iran mencari perdamaian," kata Pasandideh melalui penerjemah bahasa Spanyol di kedutaan Iran di Mexico City.
Di sisi lain, kemajuan dalam perundingan perdamaian antara Iran dan AS berjalan lambat, dengan kedua pihak tampaknya bergerak perlahan menuju kesepakatan sementara meskipun mereka terus melakukan serangan militer.
(haa/haa)
Addsource on Google

8 hours ago
4

















































