Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mendukung percepatan pembangunan tiga proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam negeri. Ketiga proyek tersebut masing-masing berlokasi di Denpasar, Bogor, dan Bekasi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan perseroan untuk berperan sebagai pembeli atau offtaker listrik yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Dia juga telah menginstruksikan tim teknis untuk memetakan jalur interkoneksi agar proses integrasi ke sistem kelistrikan nasional berjalan efisien.
"PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL yang akan dibangun agar proses penyambungan lebih cepat dan efisien sesuai target pengembangan proyek. PLN juga mempercepat pembahasan awal PJBL, sehingga tahapan yang umumnya memerlukan waktu beberapa bulan dapat dipersingkat," tuturnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/4/2026).
Pembangunan infrastruktur tersebut melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sejumlah badan usaha pelaksana proyek.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemda Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Bali I Wayan Koster, hingga Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
PLN sebagai pembeli listrik dinilai sangat vital untuk meningkatkan kelayakan proyek serta membuka akses pembiayaan bagi pengembang infrastruktur hijau tersebut.
"PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," lanjutnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan pentingnya kepastian pasokan sampah harian sebagai bahan baku utama agar operasional pembangkit tidak terganggu. Dia mendorong pemerintah daerah di kawasan aglomerasi untuk saling bekerja sama dalam memenuhi kuota volume sampah yang dibutuhkan.
"Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu proyek ini harus kita kawal agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan bahan bakunya tersedia," jelas Zulkifli Hasan.
Implementasi PSEL di tiga kota besar tersebut diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah perkotaan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Selain itu, proyek ini menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional melalui pemanfaatan teknologi energi bersih.
(wia)
Addsource on Google

1 hour ago
1
















































