Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah film karya sineas Indonesia bakal meramaikan Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Tak hanya karya dari dalam negeri, Indonesia juga terlibat dalam produksi bersama sejumlah film internasional yang masuk dalam festival tersebut.
BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-15 Oktober 2026. Tahun ini, empat film karya sineas Indonesia masuk dalam sejumlah program festival, sementara dua film lainnya melibatkan perusahaan film asal Indonesia sebagai bagian dari produksi bersama.
Dari empat karya sineas Tanah Air, dua di antaranya masuk Kompetisi Utama, yakni Ibuku (My Mother) karya sutradara Eddie Cahyono dan The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita) garapan Yosep Anggi Noen.
Kompetisi Utama BIFF 2026 sendiri diikuti 14 film dari sejumlah negara dan wilayah di Asia, termasuk Korea Selatan, Jepang, China, Taiwan, Iran, Uzbekistan, dan Indonesia. Selain Kompetisi Utama, BIFF memiliki sejumlah program lain seperti Gala Presentation, Icons, A Window on Asian Cinema hingga Wide Angle Competition.
Berikut daftar film Indonesia yang masuk Busan International Film Festival 2026, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (14/9/026):
1. Ibuku (My Mother)
Sutradara: Eddie Cahyono
Program: Kompetisi Utama
Film Ibuku mengangkat kisah Sumiati yang diperankan Christine Hakim, seorang ibu yang berusaha menemui anaknya, Sri, diperankan Ayushita. Sri berada di penjara Arab Saudi dan dijatuhi hukuman mati setelah dituduh membunuh majikannya.
Perjalanan Sumiati untuk bertemu dengan sang anak kemudian membuka berbagai luka lama dalam hubungan keduanya. Film ini juga membawa persoalan buruh migran, perempuan, serta hak asasi manusia melalui kisah personal ibu dan anak.
2. The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita)
Sutradara: Yosep Anggi Noen
Program: Kompetisi Utama
Laut Bercerita mengikuti perjalanan Biru Laut, mahasiswa di Yogyakarta yang gemar membaca dan menulis. Di tengah suasana muram akibat penangkapan mahasiswa karena membaca buku terlarang, Laut mulai tergerak untuk terlibat dalam gerakan mahasiswa.
Bersama teman-temannya, ia bergabung dengan kelompok studi Winatra. Mereka berdiskusi dan bergerak memperjuangkan kebebasan berekspresi.
3. Four Seasons in Java (Empat Musim Pertiwi)
Sutradara: Kamila Andini
Program: A Window on Asian Cinema
Film Four Seasons in Java (Empat Musim Pertiwi) berkisah tentang Pertiwi, diperankan Putri Marino, yang pulang ke kampung halamannya setelah 20 tahun pergi untuk mencoba menata kembali kehidupannya.
Ketika Pertiwi meninggalkan desa tersebut dua dekade sebelumnya, kehadiran listrik sempat membawa harapan akan perubahan. Namun saat kembali, ia justru menemukan desa yang terasa lebih kelam.
Kepulangannya juga mempertemukan Pertiwi dengan berbagai persoalan masa lalu. Sahabatnya telah menikahi mantan kekasihnya, orang tuanya tak menyambut kepulangannya dengan baik, sementara sosok keibuan yang dahulu menjadi tempatnya mencari kenyamanan telah terusir.
Lebih dari itu, orang-orang yang dahulu membuat Pertiwi masuk penjara kini justru menjadi pihak yang berkuasa.
4. αLPα
Sutradara: Dhiwangkara Seta
Program: Wide Angle - Asian Short Film Competition
Film pendek αLPα mengisahkan Banyu, seorang vokalis punk yang dikirim ke pusat rehabilitasi moral setelah ditangkap. Di tempat tersebut, Banyu bertemu Deri, sosok dari masa lalunya yang kini menjadi ulama terpandang di kota.
Banyu berusaha melawan sistem yang mengurungnya. Namun, ia kemudian menyadari bahwa jalan menuju kebebasan justru bergantung kepada orang yang paling tidak ingin ditemuinya.
Dua Film Produksi Bersama Indonesia
Selain empat film tersebut, keterlibatan Indonesia juga terlihat dalam dua film internasional yang masuk program A Window on Asian Cinema.
Film pertama adalah 9 Temples to Heaven karya sutradara Sompot Chidgasornpongse. Film tersebut merupakan produksi bersama Thailand, Singapura, Prancis, Norwegia, China, Hong Kong, Indonesia, dan Qatar.
Kemudian ada Hearing karya sutradara Le Bao. Film tersebut melibatkan produksi bersama dari Singapura, Vietnam, Norwegia, Prancis, Indonesia, Arab Saudi, Kamboja, Thailand, dan Taiwan.

9 hours ago
5
















































