Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis. Ada beberapa hal yang ditekankan kepala negara dalam piato itu, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik yang terjadi.
Membuka pidatonya, Prabowo bicara upaya untuk membangun hubungan atau jembatan dengan negara-negara anggota EAEU (Eurasian Economic Union), yang terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Perlu diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang hadir dalam sesi tersebut.
"Hari ini saya akan menjelaskan kepada anda delegasi yang terhormat pada Eastern Economic Forum, mengapa Indonesia yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Eurasian Economic Union," kata Prabowo.
Pada kesempatan itu Prabowo mengungkapkan keingingan peningkatan perdagangan Indonesia dengan anggota EAEU, melalui perjanjian bebas antara Indonesia dan EAEU. Selain itu, Prabowo juga bicara mengenai bicara mengenai fokus pembangunan pemerintah yang berorientasi kepentingan rakyat, melalui swasembada pangan, ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi.
Mengenai posisi politik global, menurutnya RI tetap memilih bebas aktif, dan tidak masuk blok militer manapun. Meskipun akan aktif dalam hal membangun kerja sama ekonomi dengan semua pihak di tengah fragmentasi geopolitik saat ini.
Berikut poin-poin penting Pidato Prabowo di EEF Ke-11 di Vladivostok, dirangkum CNBC Indonesia, Jumat (4/9/2026).
1. MBG, Swasembada Pangan, Ketahanan Energi, Hingga Hilirisasi
Pada pidatonya, Prabowo menekankan pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Menurutnya keberhasilan pembangunan harus dilihat dari kesejahterahan keluarga, makan bergizi, harga pangan, rumah layak, lapangan kerja, hingga akses listrik.
Untuk itu dia menekankan fokus pembangunan pemerintah untuk mengejar swasembada pangan, ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi.
"Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa: apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan harga yang wajar, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak, apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," katanya.
"Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam kita dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri. Inilah alasan kami menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," tambahnya.
Menurutnya pertumbuhan yang ingin dicapai pemerintahannya, adalah yang mampu mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan dan menuju kehidupan yang bermartabat.
2. Ingin Perdagangan RI-Rusia & EAEU Dilipatgandakan
Prabowo menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Untuk itu dia juga mengajak agar Rusia serta anggota EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan yang berlibat, melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).
"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu dia juga meminta negara-negara EAEU segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar FTA dapat segera berlaku pada awal 2027. Perjanjian itu mencakup 11.882 pos tarif atau lebih dari 90% barang yang perdagangkan antar negara.
"Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen terhadap FTA ini, dan pada Juli lalu saya telah menandatangani peraturan presiden mengenai ratifikasinya," katanya.
Dia juga menyampaikan secara gamblang bahwa Indonesia menginginkan perjanjian dagang ini segera berlaku.
"Izinkan saya menyampaikan niat kita secara terus terang. Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan," tuturnya.
3. RI Jadi Pintu Masuk ke ASEAN
Prabowo juga menawarkan Indonesia sebagai pintu masuk alami bagi pengusaha Rusia dan Eurasia menuju pasar ASEAN. Menurutnya Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan ASEAN dan menjadi bagian arsitektur perdagangan regional, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
"Indonesia merupakan pintu masuk alami menuju ASEAN," katanya.
Untuk itu dia mengusulkan pembangunan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia. Termasuk pembukaan penerbangan langsung antar dua negara untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat dan pariwisata.
"Saya percaya di forum ini kita dapat membangun pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, dan muatan dua arah yang dapat diprediksi," katanya.
4. Investasi Eksplorasi Migas Hingga Kerjasama Antariksa
Tak hanya perdagangan, Prabowo juga menawarkan peluang investasi dan transfer teknologi di berbagai sektor. Di bidang energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan migas.
Negara juga mencari pengetahuan dan investasi Rusia dalam pengembangan energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai. Di sektor pangan, Prabowo melihat peluang untuk kerja sama dengan Rusia dalam teknologi pertanian, benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama.
Sementara pada sektor industri, Prabowo mengajak perusahaan Rusia membangun industri bersama di Indonesia, termasuk memproduksi makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan dan elektronik konsumen.
"Kami juga menyambut kerja sama Rusia-Indonesia di bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi," katanya.
"Maka saya sampaikan langsung kepada dunia usaha Rusia. Datanglah ke Indonesia, bekerja bersama kami, berproduksilah bersama kami," tambahnya.
Selain itu, menurutnya Danantara sebagai soverign wealth fund (SWF) Indonesia mampu bekerja sama sebagai pembiaya proyek yang layak didanai. Terlebih aset kelolaan Danantara sudah mencapai US$1 triliun, yang dapat menjadi penghubung investasi Indonesia dan Rusia.
"Danantara dan SWF Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF) dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menjadi pembiaya proyek-proyek yang layak didanai," katanya.
5. Politik Bebas Aktif
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, Prabowo kembali menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dia mengatakan Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka untuk membangun kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.
"Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi kami ingin bergabung dengan aliansi ekonomi," ujar Prabowo.
"Bagi kami, seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya.
Prabowo juga menyoroti kondisi ekonomi global yang semakin terfragmentasi. Dia mengatakan perdagangan kini berkali-kali digunakan sebagai senjata, sementara rantai pasok dan sistem keuangan dunia semakin terpecah berdasarkan kepentingan geografis.
Menurutnya, dalam situasi tersebut, Indonesia dan Rusia perlu membangun lebih banyak jembatan kerja sama. Baik itu sektor pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan.
"Kita bertemu pada masa yang sulit. Saat ini perdagangan berkali-kali digunakan sebagai senjata," kata Prabowo.
Dia juga menilai ketahanan ekonomi global membutuhkan lebih dari satu sistem keuangan yang dapat berfungsi. Menurutnya, berbagai sistem pembayaran harus dapat beroperasi berdampingan untuk memastikan perdagangan internasional tetap berjalan.
6. Raksasa Alumunium Rusia Investasi Besar-Besaran di RI
Dalam sesi dialog, Prabowo mengungkapkan rencana perusahaan alumunium Rusia, Rusel akan berinvestasi besar-besaran di Indonesia. Perusahaan itu akan mengembangkan fasilitas pengolahan bersama dengan kelompok usaha di dalam negeri.
"Kami juga membuat kemajuan yang sangat jauh di bidang pengolahan, misalnya di sektor pertambangan. Kami bekerja sama dengan salah satu entitas aluminium terbesar, bahkan saya kira yang terbesar di dunia, yaitu Rusal," katanya.
"Rusal akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia dan mengembangkan kilang bersama dengan kelompok-kelompok usaha Indonesia," tambahnya.
Rusal merupakan perusahaan aluminium besar besar asal Rusia yang dikenal United Company Rusal. Perusahaan ini juga termasuk produsen aluminium terbesar di dunia dengan kegiatan usaha rantai industri aluminium dari pertambangan bauksit hingga peleburan aluminium.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan terdapat perkembangan kerja sama Indonesia-Rusia di sektor industri pupuk. Dia mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dengan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk melakukan investasi bersama, dalam proyek produksi pupuk terbesar berbasis gas.
Proyek itu akan dikembangkan di kawasan Timur jauh Rusia.
"Saya kira hari ini juga telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk kami dengan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk melakukan investasi bersama dalam sebuah proyek produksi pupuk berbasis gas di Rusia, tepatnya di kawasan Timur Jauh Rusia,"
7. 138 Blok Migas RI Ditawarkan ke Rusia
Prabowo juga mengungkapkan Indonesia telah membuka 138 blok minyak dan gas (Migas) untuk eksplorasi energi. Dia juga mengundang perusahaan Rusia untuk ikut berinvestasi dan mengembangkan blok-blok tersebut.
"Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini telah membuka 138 blok untuk eksplorasi energi. Kami mengundang kelompok usaha dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dengan membawa teknologi mereka di 138 blok tersebut," kata Prabowo.
Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi dalam hal Liquified Natural Gas (LNG). Dia juga mengajak pengusaha Rusia untuk melakukan pengembangan transfer teknologi.
"Saat ini kami memiliki banyak LNG, sehingga di beberapa bagian kami sebenarnya tidak secara langsung membutuhkan gas Rusia. Namun, kami sangat terbuka terhadap teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama," tuturnya.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































