Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas tiga saham sekaligus mulai Kamis, (24/8/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Ketiga saham tersebut antara lain, PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) dan PT Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BDKR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham BDKR bergerak turun 1,83% ke harga Rp161 per saham hingga pukul 16.08 WIB hari ini. Di sisi lain, saham emiten konstruksi ini naik 9.52% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 7.47%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan BDKR, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham PACK karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan kemarin, saham perusahaan kemasan plastik PACK ini naik 9,66% di level Rp386. Adapun saham PACK terpantau naik 64.96% dalam periode bulanan, dan telah naik 147.23% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan FUJI juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Sepanjang perdagangan kemarin, emiten perusahaan pembiayaan ini bergerak naik 12,35% di level Rp364 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 82% dan secara year to date turun 47.63%.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
5

















































