Jakarta, CNBC Indonesia - DataOn, penyedia solusi Human Resource Information System (HRIS) tengah membangun perangkat lunak yang sepenuhnya berbasis kecerdasan buatkan (AI) untuk meningkatkan kerja HRD perusahaan.
CEO DataOn Indonesia, Gordon Enns mengatakan bahwaAI benar-benar mendorong perangkat lunak ke tingkat berikutnya.Bukan cuma itu, AI juga memungkinkan perangkat lunak untuk menjadi mesin pengambilan keputusan bagi bisnis.
"Jadi, ia menjadi mitra bagi para eksekutif kita, dan berada di perusahaan kita, dan membantu mereka membangun model, membuat keputusan dengan teknologi," jelas Enns dalam CNBC Indonesia Tech & Telco Forum 2026, Rabu (6/5/2026).
Dia merinci apa yang tengah dibangun DataOn saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu yang pada dasarnya mengintegrasikan model bahasa besar dan menggunakan AI untuk berbagai alat.
Menurutnya, saat ini DataOn sedang mengembangkan ulang versi baru perangkat lunak dan meningkatkannya sehingga AI sepenuhnya terintegrasi ke dalam setiap fungsinya.
"Baik itu berupa manajemen penggajian yang dijalankan oleh mesin penggajian berbasis AI, yang dapat secara dinamis memahami model penggajian Anda, memberikan rekomendasi tentang cara meningkatkan metode kompensasi karyawan, atau kemampuan untuk mengakses semua dokumen dan menggunakan sistem impor data untuk mengakses semua informasi, semua catatan SDM Anda di satu tempat, dan meningkatkan tingkat kepatuhan Anda," ungkap Enns.
Untuk diketahui, DataOn adalah perusahaan perangkat lunak Indonesia sejak 1999. Produk Data On, Sunfish HR, banyak digunakan di seluruh Indonesia, dengan ribuan pelanggan, mencakup lebih dari satu juta karyawan untuk perangkat lunak manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.
Menurutnya, penggunaan AI termasuk untuk meningkatkan kinerja HRD adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan. Apalagi berdasarkan data statistik, pada dasarnya hampir 100% pemimpin bisnis memiliki tujuan seputar digital, ambisi digital, dan memahami bahwa mereka perlu memikirkan kembali strategi bisnis mengingat dampak AI.
"Namun tentu saja semua bergantung kebutuhan dalam menggunakan AI. Untuk departemen SDM hal ini bisa membantu untuk menghadapi masa depan dalam aspek tingkat organisasi," pungkas Enns.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

4 hours ago
1

















































