Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sedikit mereda dengan laporan media Axios terkait pembahasan nota kesepahaman (MOU) damai kedua negara. Tapi kekerasan baru justru kembali terjadi dipicu oleh seangin Israel.
Dalam dua laporan terbaru AFP Kamis (7/5/2026), Israel melakukan penyerangan ke Gaza dan juga Lebanon. Ini menyebabkan belasan nyawa melayang.
Serangan di Gaza
Di Gaza, pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan enam orang di seluruh wilayah Palestina pada hari Rabu. Serangan juga melukai beberapa lainnya, termasuk putra kepala negosiator Hamas.
Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada bulan Oktober, Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari karena serangan Israel terus berlanjut. Di sisi lain, militer Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata.
"Lima orang telah tewas sejak pagi ini dalam serangan pendudukan di Jalur Gaza," kata badan pertahanan sipil, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas.
Rumah sakit Al-Ahli di Kota Gaza melaporkan menerima tiga orang tewas dan sejumlah orang terluka setelah serangan pesawat tak berawak Israel di lingkungan Zeitoun, tenggara Kota Gaza." Serangan terpisah juga dilaporkan terjadi di lingkungan Al-Daraj di Kota Gaza menewaskan satu orang dan melukai 10 lainnya, termasuk putra kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, menurut rumah sakit dan sumber keamanan.
"Azzam Khalil Al-Hayya terluka parah dalam serangan udara Israel," kata sumber keamanan kepada AFP.
"Dua orang lagi tewas dan lebih dari selusin terluka dalam serangan Israel di bagian lain wilayah tersebut," jelas badan pertahanan sipil dan rumah sakit.
"Salah satu dari keduanya adalah seorang petugas polisi Hamas," menurut sumber keamanan.
Gencatan senjata sebagian besar telah menghentikan perang Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Namun kekerasan terus berlanjut, dengan setidaknya 837 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai, menurut kementerian kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dan angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Serangan di Lebanon
Seorang komandan senior dari pasukan elit Hizbullah tewas juga tewas dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada hari Rabu. Ini merupakan serangan pertama di daerah tersebut dalam hampir sebulan.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, setidaknya 11 orang lainnya tewas dalam serangan di seluruh selatan dan timur. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militernya telah menargetkan "komandan pasukan Radwan Hizbullah".
Sementara itu, sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa "Malek Ballout, komandan operasi di pasukan Radwan" telah tewas. Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa "jet tempur Israel melancarkan serangan, menargetkan Ghobeiri" di pinggiran selatan, benteng Hizbullah.
Seorang koresponden AFP melihat sebuah bangunan tertutup puing-puing setelah serangan itu, sementara orang-orang meninggalkan daerah tersebut dengan barang-barang mereka. Banyak penduduk pinggiran selatan telah pergi setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada bulan Maret, dan belum kembali meskipun gencatan senjata berlaku sejak 17 April.
Beirut dan pinggiran selatannya terhindar dari serangan Israel sejak 8 April, ketika serangan besar-besaran Israel di seluruh negeri menewaskan lebih dari 350 orang. Serangan hari Rabu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan ada "peluang yang sangat baik" untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
2















































