Jakarta, CNBC Indonesia - Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru mendapat sorotan sejumlah pengamat asing. Setidaknya ini dimuat CNBC International, Rabu (16/9/2026).
Disebutkan dalam artikel "Indonesia's new finance minister faces an uphill battle on fiscal credibility", bagaimana bagi para investor, penunjukan seorang teknokrat yang dikenal luas dapat memulihkan kepercayaan. Dikatakan pula bagaimana Suahasil pernah menjabat sebagai wakil menteri keuangan selama tujuh tahun dan memimpin badan kebijakan fiskal kementerian tersebut dari tahun 2015 hingga 2019.
"Dia adalah seorang teknokrat yang dikenal luas, memiliki pengalaman mendalam di Kementerian Keuangan, serta memiliki hubungan erat dengan era Sri Mulyani," ujar analis senior Asia di Economist Intelligence Unit, Qi Hang Tay.
"Rekam jejak internalnya mengurangi risiko transisi karena ia sudah memahami mekanisme anggaran," kata pengamat sayap bisnis Economist Group yang berbasis di London, Inggris itu.
"Kendala utamanya adalah Nazara harus mendanai agenda pertumbuhan Prabowo yang memakan biaya besar di tengah ruang fiskal yang kian terbatas," ujar Tay, seraya memperkirakan kebijakan fiskal yang tidak terlalu ekspansif serta hubungan yang lebih kooperatif dengan Bank Indonesia (BI).
Sementara itu, ekonom senior Asia di Capital Economics, Gareth Leather, menyebut hal ini sebagai "perkembangan yang positif". Meskipun, tambahnya, diperlukan lebih banyak bukti perbaikan dalam pembuatan kebijakan untuk menyimpulkan bahwa Indonesia telah "benar-benar bangkit".
"Menteri keuangan yang baru perlu lebih memperjelas prioritasnya dan memberikan sinyal yang lebih konsisten kepada investor mengenai kebijakan fiskal," katanya.
"Tanda-tanda awal cukup menjanjikan," ujarnya, mengingat Suhasil dalam pernyataan pertamanya sebagai menteri berjanji untuk menjaga kredibilitas anggaran dan berkomitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































