Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ditakuti dapat menggantikan peranan manusia. Bahkan banyak PHK yang terjadi di sejumlah perusahaan disebut karena akan menggunakan AI.
Namun ada beberapa hal yang sebenarnya tidak akan pernah bisa digantikan oleh AI. Hal inilah yang perlu diingat dan tidak diabaikan oleh kita semua.
Ryan Roslanky selaku CEO LinkedIn dan Annesh Roman yang menjabat sebagai Chief Opportunity Officer LinkedIn membagikan keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh AI dalam artikel di CNBC Internasional. Berikut lima keterampilan tersebut, dikutip Sabtu (4/4/2026):
1. Rasa Ingin Tahu
Salah satu hal yang tidak bisa digantikan AI adalah rasa ingin tahun. Manusia lah yang akan memutuskan mana yang penting dan mencoba hal lain yang berbeda.
Keduanya menuliskan rasa ingin tahu dan keterbukaan bisa diterapkan dalam mempelajari AI dan cara AI mengubah pekerjaan. Termasuk mencari tahu apa yang membuat kita tak tergantikan dan menyelaraskan karier dengan rasa ingin tahun ini.
Di tempat kerja, rasa ingin tahu juga berguna untuk membuat rutinitas menjadi sebuah penemuan baru.
2. Keberanian
Sifat berani manusia yang bisa jadi pegangan di tengah gempuran AI. Sebab teknologi itu hanya bisa menghitung risiko, sementara keputusannya tetap berada di tangan manusia.
Keberanian merupakan kemauan bertindak tanpa informasi lengkap dan terus maju meski belum tentu hasilnya. Jika diterapkan di tempat kerja, dapat mengubah keraguan menjadi tindakan pada sesuatu.
3. Kreativitas
Kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Manusia dengan sifat ini dapat membayangkan kemungkinan yang belum pernah ada, bukan kemampuan untuk menggabungkan elemen yang sudah ada sebelumnya.
Jadi tidak hanya untuk memecahkan masalah, manusia dapat menciptakan cara baru untuk menanggapi situasi yang tidak bisa dilihat orang lain.
4. Empati
AI tak bisa merasakan dan mengungkapkan soal kepedulian. Sebaliknya manusia memiliki sifat itu dan menjadikan manusia di tempat kerja bukan sekedar karyawan.
Rasa empati akan mengubah transaksi mengubah hubungan dan rim menjadi komunitas. Artikel itu mengutip seorang konsultan bernama Neil yang mendorong anggota tim yang dibimbingnya meluangkan waktu menelepon satu sama lain itu menanyakan kabar atau berbicara ringan.
"Hal ini tidak nyaman untuk kebanyakan orang. Namun itu secara mendasar mengubah dinamika tim dan kemampuan mereka berkinerja dan membuat keputusan yang baik," dia menjelaskan.
5. Komunikasi
Terakhir adalah menerapkan kemampuan komunikasi. Hal ini penting dilakukan oleh manusia.
Karena komunikasi dapat menentukan apakah ide akan layu atau berkembang. Keduanya juga menuliskan AI memang bisa menerjemahkan bahasa, namun manusia bisa mengubahnya menjadi makna.
(luc/luc)
Addsource on Google

4 hours ago
4
















































