Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
31 August 2026 08:22
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Senin, (31/8/2026) setelah Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan.
Melansir CNBC.com, serangan tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap potensi gangguan terhadap keamanan dan kelancaran perdagangan melalui salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.
Di Asia, saham Korea Selatan memimpin pelemahan regional dengan indeks acuan Kospi anjlok 3,5%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,16% dan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,27%.
Adapun pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8). Komando Pusat AS atau U.S. Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi kepada MS NOW bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sedang mempersiapkan roket yang membawa ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.
CENTCOM menyebut tindakan tersebut dilakukan di tengah upaya menjaga jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Pekan lalu, pasukan AS telah menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari rute pelayaran internasional di selat tersebut.
"Pasukan AS memantau kawasan tersebut secara ketat dan tetap siap melindungi kelancaran perdagangan melalui jalur perairan penting ini," kata CENTCOM kepada MS NOW. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan global sehingga setiap ancaman terhadap keamanan kawasan berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dan arus perdagangan.
Pelemahan bursa Asia pada awal perdagangan mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap perkembangan geopolitik tersebut. Investor kini mencermati apakah ketegangan antara AS dan Iran akan semakin meluas dan berdampak terhadap aktivitas pelayaran maupun pasar komoditas global.
(mkh/mkh)

3 hours ago
2

















































