Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawiaan Negara (BKN) mencatat adanya kendala dari para peserta calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Ujian berbasis CAT ini sebagaimana yang digunakan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, bedanya para calon pegawai Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih tidak disodorkan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau pun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Dalam tahap ujian CAT, peserta seleksi calon pegawai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden akan menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menyampaikan bahwa melalui seleksi ini, pemerintah berharap dapat menjaring talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja efektif.
"Sesuai dengan kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia," ucap Wisudo melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Soal CAT yang terkait dengan Tes Potensi Kognitif secara khusus mengukur dua aspek penting, yaitu kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power).
Skema soal dirancang untuk menilai bagaimana peserta mampu memproses informasi, dan menyelesaikan soal secara akurat dalam waktu yang terbatas sehingga membutuhkan strategi pengerjaan yang efektif.
Oleh karena itu, BKN telah menyiapkan sarana prasarana dan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan agar para peserta dapat mengikuti ujian secara maksimal.
Namun demikian, BKN mencermati adanya beberapa dinamika yang terjadi di lapangan. Salah satunya terkait durasi penyelesaian soal ujian yang menjadi tantangan peserta seleksi.
Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kencederungan mengkilik jawaban secara cepat dan berulang.
BKN juga terus memastikan akses sistem dapat mengakomodir pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari aspek sistem keamanan CAT saat proses ujian berlangsung.
BKN telah merancang sistem CAT untuk memudahkan peserta ujian. Sistem ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024.
Sistem CAT sendiri telah melalui berbagai pengujian untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam seleksi. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses dengan memahami aturan serta menerapkan strategi yang tepat.
BKN pun menyarankan beberapa tips agar peserta dapat mengerjakan ujian CAT secara optimal, berikut ini rinciannya:
1. Tetap fokus dan tidak panik
Waktu yang terbatas memang menjadi tantangan, namun kepanikan justru dapat menghambat konsentrasi dan akurasi.
2. Prioritaskan soal yang mudah terlebih dahulu
Tidak semua soal harus dijawab. Peserta disarankan untuk mengerjakan soal yang dianggap lebih cepat dan mudah untuk memaksimalkan skor.
3. Hindari klik berlebihan
Setiap jawaban yang di klik simpan akan masuk kedalam pangkalan data sehingga tidak perlu klik berulang. Dalam hal data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah, hal tersebut dikarenakan ada waktu jeda dalam kondisi jaringan pada akses sedang tinggi.
4. Beri waktu jeda
Beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu, di mana selama proses kirim jawaban ke server dan belum dapat respons dari server, maka waktunya tidak dihitung sehingga peserta tidak dirugikan.
5. Manfaatkan waktu secara efisien
Perhatikan durasi setiap subtes dan atur ritme pengerjaan dengan baik.
Sebagaimana diketahui, proses tes para calon pegawai Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih berlangsung selama periode 3-12 Mei 2026. Jumlah pelamar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden pada tahap pendaftaran mencapai 487.819.
Terhitung hingga hari keempat pelaksanaan tes, peserta yang sudah mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini sebanyak 140.211 dari 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
(arj/arj)
Addsource on Google

2 hours ago
1

















































