Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan makan dengan tangan yang umum dilakukan di India dan berbagai wilayah Asia ternyata menyimpan rahasia medis yang mengejutkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sains di balik praktik ini memberikan hasil menjanjikan, terutama terkait dengan kelancaran pencernaan dan respons glukosa dalam tubuh.
Mengutip laporan dari NDTV, praktik sensorik makan dengan tangan sangat krusial bagi cara tubuh memproses makanan dan memecahnya menjadi energi. Faktor penting lainnya adalah pengaruhnya terhadap cara glukosa disekresikan dalam tubuh melalui mekanisme makan dengan sadar atau mindful eating.
Mekanisme ini menciptakan koneksi langsung antara individu dengan makanan sebagai sumber energi. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Gastronomy and Food Science bahkan mencatat bahwa kebiasaan ini mulai diadopsi kembali oleh mereka yang sebelumnya telah beralih menggunakan alat makan.
Apa yang Terjadi Saat Anda Makan Dengan Tangan?
Mekanisme yang terpicu saat seseorang makan dengan tangan adalah otak membuat hubungan langsung dengan makanan yang akan dikonsumsi. Hal ini dimulai dari ujung jari yang memiliki ujung saraf untuk merangsang kepuasan sensorik.
Ada beberapa cara hal ini terjadi menurut penjelasan ilmiah:
"Sentuhan mengaktifkan saraf sensorik, karena dapat memicu cara otak mempersepsikan makanan. Sinyal dikirim ke otak bahkan sebelum proses mengunyah dimulai saat Anda makan dengan tangan," tulis laporan tersebut.
Selain itu, aktivasi hormon pencernaan terjadi lebih awal saat seseorang makan menggunakan tangan. Kecepatan makan yang cenderung lebih lambat dibandingkan saat menggunakan alat makan juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang berbeda bagi tubuh.
Bagaimana Umpan Balik Sensorik Memengaruhi Pencernaan Glukosa
Penelitian yang diterbitkan dalam Europe PubMed Central merinci bahwa lonjakan glukosa dapat berbeda ketika seseorang makan dengan tangan karena adanya pemicu sensorik. Hal ini memberikan dampak positif pada pengaturan gula darah secara alami.
Beberapa cara hal ini memengaruhi tubuh meliputi:
"Antisipasi insulin yang lebih baik karena otak mengetahui melalui sentuhan bahwa makanan akan segera masuk ke kerongkongan. Penyerapan glukosa yang lebih lambat terjadi karena proses mengunyah tersebar secara merata selama praktik makan dengan sadar," ungkap hasil studi tersebut.
Lebih lanjut, praktik ini meningkatkan sinyal kenyang atau kepuasan yang mengurangi risiko makan berlebihan, yang sering terjadi jika makan dengan alat bantu. Respons stres yang lebih rendah juga muncul saat otak terhubung dengan makanan yang akan menopangnya.
Makan Dengan Sadar, Stres, dan Kontrol Gula Darah
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Mindfulness menyoroti bahwa mindful eating bahkan dapat mencegah penyakit kronis yang serius seperti diabetes. Makan dengan tangan membawa kesadaran penuh pada berbagai aspek makanan.
Beberapa aspek yang menjadi fokus kesadaran saat makan meliputi:
"Tekstur, karena dapat dirasakan oleh tangan Anda saat mengonsumsi makanan. Suhu dapat diketahui dengan mudah, dan Anda dapat menilai suhu secara efektif saat makan dengan tangan," jelas laporan penelitian tersebut.
Ukuran porsi juga menjadi sangat krusial, karena makan terlalu banyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tinggi. Dengan makan menggunakan tangan, gangguan atau distraksi dapat berkurang karena tangan tetap sibuk dan fokus untuk memasukkan makanan ke dalam mulut, yang pada akhirnya menawarkan kontrol glikemik yang lebih baik bagi tubuh.
(tps/tps)
Addsource on Google

8 hours ago
2

















































