Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) membukukan laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara Rp 55,20 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut diraih perusahaan di tengah dinamika industri energi global serta berbagai tantangan ekonomi nasional.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut hasil kinerja tahunan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Dia menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut menandakan bahwa strategi perusahaan berjalan efektif dalam menjaga kinerja di seluruh lini bisnis energi dari sektor hulu hingga hilir.
"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," tuturnya, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Sepanjang periode tersebut, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar atau sekitar Rp 1.167,99 triliun dengan perolehan EBITDA mencapai US$ 11,43 miliar atau setara Rp 188,33 triliun.
Pertamina juga menyetorkan kontribusi kepada negara hingga Rp 360,76 triliun yang terdiri dari pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen.
"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," kata Simon.
Di sektor hulu, produksi migas perusahaan terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sementara sektor pengolahan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7% dengan volume olahan kilang mencapai 333 juta barel.
Pertamina saat ini memasok sekitar 70% kebutuhan BBM nasional untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Perusahaan juga merealisasikan investasi di dalam negeri sebesar US$ 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun sepanjang 2025. Selain itu, tercatat penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai Rp 531,5 triliun guna memberikan dampak berganda bagi penguatan ekonomi domestik.
Pada sisi transisi energi, produksi listrik dari energi baru terbarukan mencapai 8.711 GWh atau meningkat 3% dari tahun sebelumnya. Pertamina juga berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission.
(ven/wia)
Addsource on Google

6 hours ago
1















































