Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman kabut asap kembali membayangi berbagai acara luar ruangan di Singapura, termasuk Formula 1 Singapore Grand Prix 2026. Penyelenggara mulai meningkatkan kesiapsiagaan karena kondisi udara berpotensi memburuk akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan.
Badan Meteorologi Singapura menyatakan risiko kabut asap lintas batas dapat meningkat jika kebakaran hutan di Indonesia memburuk, terlebih kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Saat ini, indeks kualitas udara atau Pollutant Standards Index (PSI) Singapura berada di kisaran moderat 51-100, tetapi kualitas udara masuk kategori tidak sehat jika PSI menembus 101.
Penyelenggara Singapore GP mengatakan skenario kabut asap telah dimasukkan ke dalam rencana kontingensi ajang tersebut.
"Jika kabut asap menimbulkan masalah terkait jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan berkoordinasi erat dengan instansi terkait sebelum mengambil keputusan bersama mengenai penyelenggaraan acara," ujar juru bicara Singapore GP, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (23/8/2026).
Risiko ini bukan pertama kali mengganggu gelaran F1 Singapura. Pada September 2019, kualitas udara sempat memburuk akibat kebakaran hutan di Indonesia, tetapi sekitar 268.000 penonton tetap menghadiri balapan dengan penyelenggara menyiagakan petugas pertolongan pertama dan menyediakan masker N95.
Gugus Tugas Kabut Asap pemerintah Singapura juga telah menyiapkan respons bertingkat berdasarkan pembacaan PSI 24 jam dan PM2.5 per jam.
"Instansi anggota terkait akan bekerja sama erat dengan Singapore GP untuk menilai situasi sebelum mengambil keputusan bersama mengenai acara tersebut," kata gugus tugas tersebut.
Langkah antisipasi mencakup penyampaian informasi terbaru mengenai kondisi kabut asap kepada penonton dan pekerja di area sirkuit, serta penyediaan bantuan medis dan masker N95 jika diperlukan. Gugus tugas yang dipimpin National Environment Agency (NEA) itu juga telah meninjau dan memperbarui rencana respons masing-masing instansi pada April lalu.
Kewaspadaan serupa dilakukan penyelenggara acara luar ruangan lainnya. Sentosa Development Corporation mengatakan operasional dan format acara dapat disesuaikan berdasarkan kualitas udara, sementara penyelenggara Singapore Night Festival 2026 yang berlangsung 21 Agustus-5 September menyebut program dapat dipindahkan, disesuaikan, atau dibatalkan jika kondisi memburuk.
Di sisi lain, pemerintah dan pelaku usaha juga memastikan ketersediaan masker. Watsons Singapore dan FairPrice Group menyatakan memiliki stok N95 yang cukup, sementara peritel lain seperti Cold Storage dan Sheng Siong terus memantau permintaan dan akan menyesuaikan persediaan jika terjadi lonjakan kebutuhan akibat memburuknya kabut asap.
(tfa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
5

















































