Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
21 September 2026 18:05
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pendaki dalam Fall 2: Deadpoint melangkah di atas pijakan sempit yang menempel pada dinding tebing. Di bawah mereka terbentang jurang. Adegan itu dibuat di sebuah bekas tambang di Thailand, sekitar dua setengah jam perjalanan dari Bangkok.
Tim produksi tidak sekadar datang lalu menyalakan kamera. Setelah memastikan dinding batunya aman, mereka memasang pijakan untuk adegan pendakian. Bagian tebing dan jembatan yang diperlukan dalam cerita juga dibangun di lokasi tersebut. Bekas tambang itu pun berubah menjadi Gunung Kwan, tempat fiktif yang harus didaki para tokoh dalam film.
Gunungnya boleh jadi rekaan, tetapi batuan dan pemandangan di sekitarnya nyata. Penata produksi Jacinta Leong sampai mengatakan bahwa pemandangan Thailand pantas ditampilkan di layar lebar.
Kru Fall 2 hanyalah satu dari sekian banyak tim asing yang datang untuk syuting di Thailand. Film, serial, iklan, dan acara televisi dari berbagai negara terus mengambil gambar di sana.
Thailand Kebanjiran Produksi Asing
Seberapa sering kru asing datang ke Thailand? Catatan Thailand Film Office menunjukkan jumlah produksi asing naik dari 346 proyek pada 2022 menjadi 544 proyek pada 2025.
Pada Januari-Agustus 2026, sudah ada 383 produksi asing dengan total anggaran syuting 6,52 miliar baht atau sekitar Rp3,49 triliun (asumsi kurs Rp536/1baht).
Nilainya melampaui anggaran syuting yang tercatat sepanjang 2025, meski tahun ini masih menyisakan empat bulan. Angka itu mencakup berbagai jenis produksi, mulai dari film bioskop hingga serial, dokumenter, dan iklan. Anggaran syuting tersebut juga bukan penerimaan pajak pemerintah.
Perkembangannya terlihat jika periode yang sama dibandingkan. Menurut Pemerintah Thailand, ada 302 produksi asing yang mengambil gambar pada Januari-Juni 2026, dengan nilai lebih dari 4,025 miliar baht atau sekitar Rp2,16 triliun.
Pada Januari-Juni 2025, jumlahnya 279 produksi dengan nilai 2,866 miliar baht atau sekitar Rp1,54 triliun. Dalam setahun, jumlah proyek naik sekitar 8%, sementara nilainya bertambah sekitar 40%.
Ke mana uang itu mengalir? Sejak hari pertama syuting, kru perlu tempat menginap dan makan. Kendaraan disewa, peralatan diangkut, dan set dibangun jika lokasi yang tersedia belum sesuai kebutuhan cerita. Semua itu membuka pekerjaan bagi kru serta usaha setempat, bahkan sebelum filmnya selesai dibuat.
Musim ketiga serial The White Lotus memberi gambaran skalanya.
Pengambilan gambar berlangsung antara lain di Ko Samui, Bangkok, dan Phuket. Pejabat Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand menyebut produksi serial itu membelanjakan US$36,5 juta di Thailand dan melibatkan sekitar 1.000 kru lokal.
Setelah tayang, lokasi yang muncul di layar juga bisa menarik perhatian calon wisatawan. Namun, jumlah orang yang datang semata-mata karena menonton sebuah film atau serial sulit dipastikan. Pengeluaran selama syuting dan pekerjaan yang tercipta bagi kru lokal jauh lebih mudah dilihat.
Kenapa Produser Memilih Thailand?
Pemandangan memang bisa membuat Thailand masuk daftar pencarian lokasi. Namun, produser juga harus memastikan kru tersedia, peralatan bisa didatangkan, biaya masuk hitungan, dan syuting berjalan sesuai jadwal.
Thailand menawarkan dukungan untuk kebutuhan tersebut, termasuk pengembalian sebagian biaya produksi hingga 30% bagi proyek asing yang memenuhi syarat.
Produser The White Lotus, David Bernad, menggambarkan bagaimana keputusan itu dibuat. Timnya mempertimbangkan cuaca, insentif pajak, dan kemudahan produksi sebelum memilih lokasi di kawasan ini.
"Ketika kami menyaring negara berdasarkan cuaca, insentif pajak, dan kemudahan membuat film, pilihan di kawasan ini tinggal Thailand," ujarnya dikutip dari People.
Pengalaman itu menunjukkan mengapa Thailand terus didatangi produksi asing. Alamnya menarik untuk difilmkan, sementara kru, fasilitas, dan dukungan produksinya membantu mengubah rencana syuting menjadi pekerjaan yang bisa segera dijalankan.
Indonesia Harus Belajar Banyak dari Thailand
Indonesia sebenarnya bukan tempat yang asing bagi pembuat film luar negeri.
Bali, misalnya, pernah menjadi lokasi syuting Eat Pray Love, film yang dibintangi Julia Roberts dan dirilis pada 2010. Tim produksinya bekerja di Bali untuk menghadirkan bagian perjalanan tokoh utama di pulau tersebut.
Namun ada yang menarik, sebuah film yang bercerita tentang Indonesia belum tentu dibuat di Indonesia.
Film Ticket to Paradise menjadi salah satu contoh. Film yang juga dibintangi Julia Roberts, kali ini bersama George Clooney, berkisah di Bali. Akan tetapi, pengambilan gambarnya dilakukan di Queensland, Australia. Lokasi dan set di sana dibuat agar tampak seperti Bali.
Penonton tetap melihat kisah tentang Bali. Yang tidak datang ke Bali adalah pengeluaran selama produksinya. Mulai dari kebutuhan kru akan hotel, kendaraan, makanan, dan berbagai jasa lain.
Thailand sudah menunjukkan bahwa lokasi yang indah perlu ditopang kru berpengalaman, peralatan yang mudah diperoleh, dan proses produksi yang jelas karena sudah terbentuk ekosistem yang baik untuk produser film asing mengambil gambar di negara itu. Semua itu membantu produser menghitung biaya dan menyusun jadwal sebelum memutuskan tempat syuting.
Indonesia pun perlu membenahi hal yang sama, terutama perizinan.
Produser asing harus bisa mengetahui izin apa saja yang diperlukan, berapa lama prosesnya, serta bagaimana membawa peralatan masuk dan keluar negeri. Jika urusan itu lebih mudah dan pasti, peluang Indonesia untuk dipilih sebagai lokasi syuting juga semakin besar.
Manfaatnya tidak berhenti pada film yang menampilkan keindahan Indonesia. Selama produksi berlangsung, kru lokal mendapat pekerjaan, sementara usaha penginapan, transportasi, dan makanan memperoleh pelanggan. Setelah tayang, lokasi yang muncul di layar juga berpeluang menarik wisatawan. Indonesia punya tempat untuk ditawarkan. Kini pemerintah perlu memastikan produser bisa datang dan bekerja di Indonesia, tentunya perlu komitmen serius dalam menangkap peluang yang sudah lama banyak terbuang.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

11 hours ago
3
















































