Harga Emas Bangkit dari Kubur, Langsung Terbang 1% Lebih dalam Semalam

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas bangkit pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil (yield) Treasury melandai dari level tertingginya. Investor kini menanti data tenaga kerja AS untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (2/9/2026) ditutup di posisi US$ 4386,29 per troy ons. Harganya terbang 1,33%. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas terpuruk 6% dalam tiga hari beruntun sebelumnya.

Harga emas melandai hari ini. Pada Kamis (3/9/2026) pukul 06.41 WIB, harga emas melandai 0,1% ke US$ 4381,59 per troy ons.

"Kenaikan emas didukung penurunan yield yang memungkinkan harga bangkit dari level terendah baru-baru ini," ujar David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures.

Yield Treasury AS turun setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun. Dolar AS juga melemah dari level tertinggi hampir tiga pekan.

Sementara itu, laporan ketenagakerjaan swasta AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan pada Agustus berada di bawah ekspektasi. Namun, harga emas relatif tidak banyak bergerak karena investor lebih menunggu laporan nonfarm payrolls (NFP) pada Jumat.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini mencapai 64%, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |