Jakarta, CNBC Indonesia - Telkomsel menegaskan komitmennya untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan memperluas dampak sosial, memperkuat perlindungan data pelanggan, dan mengurangi jejak lingkungan melalui berbagai inisiatif yang dijalankan sepanjang tahun 2025.
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan yang dampaknya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut dia, dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar dalam mendorong praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan," ujar Diaz saat konferensi pers Telkomsel Impact in 2025, di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan perusahaan akan terus berinovasi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas dampak dari program keberlanjutan yang dijalankan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel berupaya memperluas akses digital dan memberdayakan talenta Indonesia.
Hingga 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk di lebih dari 360 desa yang sebelumnya mengalami blank spot.
Perusahaan juga membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital.
Selain itu, Telkomsel terus meningkatkan kompetensi karyawan melalui penguatan keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.
"Ketika kita berbicara jaga cita, kita berbicara empowering people talent, baik dari sisi Telkomselnya sebagai performasi maupun masyarakat," ujar pria yang akrab di sapa Nugi itu.
Pada pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat perlindungan data pelanggan dan keamanan siber melalui penerapan sistem manajemen informasi yang mengacu pada standar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.
Sementara itu, melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel menjalankan berbagai langkah untuk mengurangi emisi karbon dan memperkuat ketahanan operasional. Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya dan mikrohidro.
Perusahaan juga mengelola seluruh limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, dan refurbish. Selain itu, seluruh kemasan kartu SIM Telkomsel kini menggunakan material kertas yang lebih ramah lingkungan.
Untuk mendukung upaya pengimbangan emisi karbon, Telkomsel menanam lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025. Perusahaan juga memperkuat ketahanan infrastruktur jaringan, termasuk BTS, Telkomsel Telecommunication Center (TTC), dan gedung operasional, guna menghadapi risiko perubahan iklim.
Dari sisi ekonomi, Telkomsel menyebut sekitar 83% dari total pendapatan perusahaan sepanjang 2025 didistribusikan kembali kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, serta karyawan.
Kontribusi tersebut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
(fab/fab)
Addsource on Google

5 hours ago
2

















































