Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali meningkatkan kekuatan militernya dengan memeriksa produksi sistem artileri baru berjangkauan lebih dari 60 kilometer yang dirancang untuk memperkuat kemampuan serangan terhadap Korea Selatan, termasuk wilayah ibu kota Seoul. (KCNA via REUTERS)
Media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Jumat (8/5/2026) melaporkan Kim secara langsung meninjau howitzer swa-gerak kaliber 155 mm terbaru yang akan ditempatkan di perbatasan dengan Korea Selatan. Menurut KCNA, Kim menyebut peningkatan jangkauan senjata tersebut akan memberikan “perubahan dan keuntungan besar dalam operasi darat” militer Korea Utara. (KCNA via REUTERS)
Pengembangan sistem artileri itu menjadi bagian dari modernisasi besar-besaran militer Pyongyang dalam beberapa tahun terakhir. Selain terus mengembangkan rudal balistik berkemampuan nuklir yang dapat menjangkau daratan Amerika Serikat, Korea Utara kini juga memperluas persenjataan konvensionalnya. (KCNA via REUTERS)
Seoul dan sejumlah analis pertahanan menilai pengalaman perang Rusia-Ukraina turut membantu peningkatan kemampuan senjata Korea Utara. Pasalnya, pengiriman rudal dan amunisi artileri Korea Utara ke Rusia disebut memberikan data tempur langsung terkait efektivitas persenjataan mereka di medan perang. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)
Ketegangan di Semenanjung Korea sendiri terus meningkat di tengah percepatan program militer Pyongyang dan latihan gabungan militer antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan. (KCNA via REUTERS)
Kim juga dilaporkan mengawasi uji kemampuan navigasi salah satu kapal perusak modern terbaru Angkatan Laut Korea Utara. Kapal tersebut menjadi bagian dari armada baru yang tengah dipersiapkan untuk penempatan operasional. KCNA menyebut Kim bahkan telah memerintahkan pembangunan dua kapal perusak tambahan guna memperkuat kekuatan laut Korea Utara. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)

2 hours ago
2

















































