Malaysia Mau Impor Beras dari RI 200 Ribu Ton, Belum Deal di Harga

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mulai menjajaki ekspor beras ke Malaysia dengan potensi nilai transaksi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp2 triliun. Nilai tersebut berasal dari rencana pengiriman sebanyak 200 ribu ton beras dalam tahap negosiasi yang kini tengah berlangsung.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, proyeksi nilai tersebut dihitung dari asumsi harga beras sekitar Rp10.000 per kilogram (kg).

"Kalau 200.000 ton itu dikali-kalikan saja Rp10.000 (per kg) lah contohnya. Berarti kan sekitar Rp2 triliun," ujar Rizal saat meninjau Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pembahasan dengan pihak Malaysia masih berada pada tahap negosiasi harga. Bulog pun telah masuk ke tahap lanjutan dalam proses penjajakan tersebut.

"Penjajakan ke Malaysia sekarang lagi tahap negosiasi harga. Karena memang sekarang beberapa negara juga sudah banyak rebutan untuk beli beras, mengimpor beras dari Thailand, Vietnam dan mudah-mudahan dari Malaysia ini akan mengimpor beras ke kita. Sudah melakukan negosiasi tahap kedua," jelasnya.

Menurut Rizal, peluang ekspor ini muncul di tengah meningkatnya permintaan beras global, di mana sejumlah negara mulai bersaing untuk mendapatkan pasokan dari negara produsen seperti Thailand dan Vietnam.

Pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Gudang BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pelepasan ekspor Beras Befood Nusantara untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Gudang BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jika negosiasi berjalan sesuai rencana, ekspor ke Malaysia berpotensi menjadi salah satu langkah strategis Indonesia dalam memanfaatkan surplus beras, sekaligus memperkuat posisi di pasar regional.

Sebelumnya, Rizal sempat menyebut pembahasan negosiasi ekspor beras dengan Malaysia saat ini masih tertahan oleh proses tawar-menawar harga. Sementara dari sisi kualitas, ia menyatakan Malaysia sudah cocok dengan beras Indonesia, atau dalam hal ini tidak ada persoalan.

"Kami nego untuk harga kemarin. Nah harga yang belum cocok, karena kalau kualitas mereka sudah oke, nggak ada masalah," ungkap Rizal saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, harga yang diajukan Malaysia masih jauh di bawah ekspektasi Indonesia.

"Tinggal harga yang menurut kami agar dinaikkan lagi. Karena harga yang mereka minta terlalu rendah. Masih di bawah Rp10.000 (per kg)," katanya.

Padahal, harga beras di dalam negeri saja sudah berada di atas angka tersebut. Untuk beras SPHP misalnya, harganya mencapai Rp12.500 per kg, sedangkan beras premium harga eceran tertinggi (HET)-nya Rp14.500 per kg, untuk wilayah zona 1.

"Kalau kita kan.. harga di kita saja harga beras SPHP-nya Rp12.500 (per kg)," ucap dia.

Sementara beras yang direncanakan ekspor tersebut merupakan beras premium, dengan harga yang ditawarkan Bulog berada di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per kg.

"Ya, sekitar Rp13.000-Rp14.000 lah (harga yang ditawarkan Bulog ke Malaysia) sekitar situ. Karena kelasnya kan kelas premium. Premiumnya pecahannya 5%. Sedangkan premium lokal kita saja pecahannya 15% harganya Rp14.500 (per kg). Mereka nawarnya di bawah Rp10.000," jelasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |