Jakarta, CNBC Indonesia - Gaya hidup modern membuat penyakit jantung tak lagi mengenal usia, bahkan aritmia dapat terjadi pada remaja hingga dewasa muda. Aritmia merupakan kondisi yang terjadi ketika detak jantung menjadi tidak teratur, baik terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau bahkan tidak berirama sama sekali.
dr. Rerdin Julario, Sp.JP(K) Aritmia dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan aritmia terjadi karena gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang membuat irama jantung tidak teratur. Normalnya, jantung manusia berdetak sekitar 60-100 kali per menit saat beristirahat.
Menurut dia aritmia pada usia muda dapat dipicu oleh berbagai faktor. Pertama, faktor ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, magnesium, atau kalsium juga dapat memicu aritmia, terutama akibat dehidrasi, kurang nutrisi, atau gangguan makan.
Kedua, kelainan jantung bawaan seperti sindrom Wolf Parkinson White (WPW) atau sindrom QT panjang (Long QT Syndrome).
"Keduanya merupakan gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung sangat cepat dan tidak beraturan," terang dr. Rerdin dikutip Jumat (20/2/2026).
Ketiga, gangguan tiroid seperti kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme) yang mempercepat detak jantung, serta kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) justru memperlambat irama jantung. Terakhir, pola hidup tidak sehat seperti kurang tidur, merokok, konsumsi alkohol, stres kronis, dan gaya hidup sedentari juga meningkatkan risiko aritmia.
"Sayangnya, aritmia sering tidak disadari karena gejalanya ringan, seperti detak jantung tidak teratur, dada berdebar, pusing, atau mudah lelah. Jika muncul keluhan, segera lakukan pemeriksaan seperti EKG untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
"Pencegahan dapat dilakukan dengan pola hidup sehat: membatasi kafein, cukup tidur, mengelola stres, menghindari obat stimulan tanpa resep, makan bergizi, dan rutin memeriksakan jantung, terutama bila ada riwayat penyakit jantung," jelas dr. Rerdin.
Melihat meningkatnya risiko gangguan jantung pada usia muda, Mayapada Hospital Surabaya mendukung pencegahan dan penanganan aritmia melalui Heart and Vascular Center dengan pendekatan kolaboratif dan komprehensif, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi, diperkuat tiga pilar utama Advanced Treatment mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), dan kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup jantung, dengan pendekatan terkini.
Lalu Emergency Excellence melalui layanan Cardiac Emergency didukung dokter spesialis 24 jam standby on-site dapat diakses via call center 150990 atau Emergency Call di MyCare, dan Chest Pain Unit untuk deteksi nyeri dada; serta Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Layanan ini juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak diagnosis, perencanaan terapi, tindakan, hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.
Informasi kesehatan lainnya juga dapat diakses dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare. Ada pula fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(rah/rah)
Addsource on Google

2 hours ago
1















































