Mojtaba Khamenei Peringatakan Warga Iran, Sebut Musuh Sudah Retak

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan keras terkait kondisi terkini konflik yang tengah terjadi di negaranya.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi Iran pada Jumat (20/3/2026), Khamenei memuji keteguhan hati rakyat Iran dalam memperingati Nowruz, Tahun Baru Persia, yang menurutnya menandai dimulainya tahun "ekonomi perlawanan di bawah persatuan nasional dan keamanan nasional".

Ia pun mengatakan musuh-musuh Iran sedang "dikalahkan" dan telah terjadi keretakan yang muncul di pihak musuh.

"Saat ini, karena persatuan yang telah tercipta di antara saudara-saudara sebangsa kita, terlepas dari perbedaan dalam asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik, musuh telah dikalahkan," kata Khamenei dalam pernyataannya, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (21/3/2026).

Pemimpin tertinggi baru Iran itu mengatakan meski Amerika Serikat (AS) dan Israel meyakini rakyat Iran bakal menggulingkan pemerintah, namun ia menyebut itu adalah kesalahan perhitungan yang besar.

"Perang dilancarkan di bawah khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut dan keputusasaan pada rakyat kita tercinta. Dan melalui cara ini, mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud," jelas Khamenei.

"Sebaliknya, telah muncul keretakan di pihak musuh," tambahnya.

Khamenei juga membantah, Iran atau pasukan sekutunya bertanggung jawab atas serangan terhadap Turki dan Oman. Menurutnya itu adalah insiden "bendera palsu" yang digunakan oleh musuh Iran.

"Insiden-insiden itu adalah operasi bendera palsu yang digunakan oleh musuh Iran untuk menabur perselisihan di antara negara-negara tetangga, dan hal itu mungkin terjadi di negara lain juga," ujarnya.

Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat di depan umum sejak ia menjadi pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas di awal perang pada 28 Februari lalu.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan pesan Nowruz, menegaskan kembali, negaranya tidak menginginkan senjata nuklir. Ia juga mengulangi pernyataan Khamenei dengan mengatakan Iran tidak mencari perang dengan negara-negara tetangganya.

"Kesulitan kita adalah akibat campur tangan musuh. Tetangga-tetangga terkasih yang mengelilingi kita, kalian adalah saudara-saudara kami... Kami datang untuk menyelesaikan semua perbedaan ini dengan kalian," kata Pezeshkian.

Ia juga mengatakan, Iran mengusulkan untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut, dibentuk struktur keamanan regional dari negara-negara Islam.

"Kita tidak membutuhkan kehadiran orang luar di wilayah ini," tambahnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |