Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
14 April 2026 20:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah peta Afrika Timur, terdapat sebuah negara kecil yang luas wilayahnya bahkan tidak sebesar banyak provinsi di Indonesia.
Namun, Djibouti justru menjadi lokasi berkumpulnya pangkalan militer dari berbagai kekuatan besar dunia, mulai dari Amerika Serikat hingga China.
Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan adanya berbagai faktor seperti letak geografis, keamanan, dan strategi ekonomi yang menjadikan Djibouti sebagai salah satu titik paling bernilai dalam geopolitik global saat ini.
Posisi Strategis Djibouti
Faktor utama yang menjadikan Djibouti begitu strategis adalah letaknya yang berada di dekat Selat Bab-el-Mandeb atau gerbang air mata merupakan koridor sempit yang lebarnya hanya sekitar 30 kilometer di titik tersempitnya, dan menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk menuju Terusan Suez, yang menjadi jalur vital perdagangan antara Asia dan Eropa.
Setiap harinya, sekitar 12% perdagangan maritim global, termasuk minyak dan barang manufaktur melewati jalur ini. Dengan demikian, negara yang memiliki akses atau kehadiran militer di kawasan ini dapat memantau, melindungi, bahkan memengaruhi arus logistik dunia.
Foto: Peta Pangkalan Militer Djibouti. (Dok. Universidad de Navarra)
Peta Pangkalan Militer Djibouti. (Dok. Universidad de Navarra)
Kawasan Rawan Konflik dan Keamanan
Selain strategis secara ekonomi, Djibouti juga berada di lingkungan geopolitik yang tidak stabil. Negara ini berbatasan atau berdekatan dengan wilayah konflik seperti Yaman dan Somalia. Yaman telah lama dilanda perang, sementara Somalia dikenal sebagai pusat aktivitas kelompok ekstremis dan pembajakan laut.
Kondisi ini menjadikan Djibouti sebagai lokasi ideal bagi negara-negara besar untuk menjalankan operasi militer, seperti misi anti-terorisme, pengamanan jalur laut, hingga pengumpulan intelijen. Sejak serangan 11 September 2001, kehadiran militer asing di Djibouti meningkat signifikan, terutama oleh Amerika Serikat yang menjadikannya basis utama di kawasan Afrika Timur.
Strategi Ekonomi Djibouti: Menjual Lokasi, Bukan Sumber Daya
Djibouti tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, negara ini mengembangkan strategi ekonomi dengan menyewakan wilayahnya untuk pangkalan militer asing.
Pendapatan dari sewa pangkalan militer mencapai ratusan juta dolar per tahun dan menjadi salah satu sumber utama pemasukan negara.
Bahkan, pemerintah Djibouti menyebut bahwa "geography is our oil," menegaskan bahwa lokasi geografis merupakan aset ekonomi utama mereka.
Di tengah kawasan yang penuh konflik, Djibouti relatif stabil secara politik. Stabilitas ini menjadi faktor penting yang menarik kehadiran militer asing, karena menjamin keberlangsungan operasi dalam jangka panjang.
Negara-negara besar cenderung memilih lokasi yang aman dan dapat diandalkan untuk menempatkan pangkalan militernya, dan Djibouti memenuhi kriteria tersebut.
(mae/mae)

4 hours ago
4
















































