Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dengan UNICEF meresmikan Country Programme Action Plan 2026-2030 bertajuk "Bersama untuk Setiap Anak Indonesia".
CPAP adalah kelanjutan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan UNICEF yang berlangsung sejak 1996. Total anggaran pada program ini sebesar US$131 juta atau Rp2,5 triliun.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan bahwa CPAP 2026-2030 ini juga merupakan dasar dalam menentukan RPJMN dan RPJPN.
"CPAP adalah langkah dasar melanjutkan pembangunan nasional yang diharapkan untuk melanjutkan RPJMN dan RPJPN dan melaksanakan kualitas hidup dan harus dimulai ibu hamil, anak dalam kandungan," katanya.
Kerja sama yang dijalankan melalui Bappenas tersebut fokus pada sejumlah sektor, utamanya gizi, kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak yang diharapkan mampu mendorong transformasi dalam menuju Indonesia Emas 2045.
CPAP 2026-2030 memiliki fokus terhadap penguatan pemenuhan hak anak di 13 provinsi prioritas di Indonesia antara lain, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Pemerintah juga menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program kerja sama ini. Misalnya dalam ham integrasi ke dalam perencanaan program pemerintah, diantaranya rencana pembangunan daerah hingga desa.
Sehingga kualitas anak di daerah dapat meningkat sehingga turut menaikkan kualitas hidup anak di Indonesia.
Peluncuran kerja sama ini dilakukan di kantor Bappenas, Jakarta pada Senin (20/4/2026) dan dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.
Turut hadir pula Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta perwakilan gubernur dari 13 provinsi prioritas.
(ras/mij)
Addsource on Google

5 hours ago
3
















































