PMI RI Terpuruk ke 46,9, Airlangga: Efek Supply Chain Terganggu

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan kondisi manufaktur Indo Indonesia yang jatuh ke zona kontraksi.

"Itu terkait dengan supply chain. Jadi supply chain sangat terganggu, dan kita memang Indonesia dapatnya lagging. Jadi telat untuk terganggunya," ucapnya kepada pewarta di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Masalah rantai pasok global ini, Airlangga katakan menjadi masalah yang dibahas seluruh dunia.

"Apakah itu OECD, apakah ASEAN, oleh karena itu, itu yang harus menjadi perhatian," katanya.

Meskipun demikian, Airlangga mengatakan kondisi manufaktur Indonesia sebenarnya masih baik jika melihat proyeksi dalam 12 bulan ke depan.

"Tapi kalau kita lihat outlook 12 bulan ke depan sih relatif mereka lebih optimis," kata Airlangga.

Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini, Rabu (1/7/2026) menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada bulan Juni 2026.

Ini adalah tingkat penurunan merupakan yang paling kuat dalam setahun, pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025.

S&P mengungkapkan PMI Indonesia ini menunjukkan penurunan lebih lanjut pada kesehatan sektor produksi barang. Headline menunjukkan penurunan solid pada kondisi operasional pabrik, merupakan salah satu yang paling besar dalam setahun.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |