Potret Warga Nepal Panik Diminta Evakuasi Lagi, Siaga Banjir Susulan

6 hours ago 7

Danau akibat longsor di perbatasan Nepal-Tibet mulai meluap, memicu peringatan evakuasi di Nuwakot dan penghentian sementara operasi penyelamatan.

Seorang perempuan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor tiba di Barak Maithali, sebuah pusat pelatihan militer, di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Seorang perempuan terdampak banjir bandang dan tanah longsor tiba di Barak Maithali, pusat pelatihan militer di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Jumat (28/8/2026). Pihak berwenang meminta warga meninggalkan kawasan tersebut setelah danau yang terbentuk akibat longsor di perbatasan Nepal-Tibet mulai meluap. Kondisi itu mengancam wilayah yang sebelumnya porak-poranda akibat banjir bandang dua hari lalu. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Warga berdiri di atas bukit setelah mencapai dataran tinggi menyusul peringatan bahwa tanggul danau telah jebol, dua hari setelah banjir bandang dan tanah longsor di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026.

Tim penyelamat untuk sementara menghentikan operasi di kawasan Trishuli. Petugas menggunakan pengeras suara dan peluit untuk mengarahkan warga menjauh dari zona yang dinilai berbahaya, sementara pemantauan terhadap kondisi air terus dilakukan. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Tampilan dari drone memperlihatkan danau bendungan alami yang terbentuk akibat tanah longsor di wilayah perbatasan antara Daerah Otonom Tibet, Tiongkok, dan Provinsi Bagmati, Nepal, pada 27 Agustus 2026, dalam tangkapan layar yang diambil dari sebuah video rilis.

Danau tersebut terbentuk akibat material tanah longsor yang membendung aliran air setelah reruntuhan gletser memicu longsor di wilayah perbatasan Nepal-Tibet. Rekaman drone yang dirilis pihak berwenang China pada Kamis (27/8/2026) memperlihatkan luasnya danau yang terbentuk di balik bendungan alami tersebut. (Lhasa Fire and Rescue Mobile Detachment/Handout via REUTERS)

Sebuah kawasan permukiman yang ditinggalkan penghuninya—yang mengungsi ke tempat lebih tinggi menyusul peringatan bahwa tanggul danau telah jebol—dua hari setelah banjir bandang dan tanah longsor, di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, 28 Agustus 2026.

Tim penyelamat China kembali melanjutkan operasi pada Jumat setelah pihak berwenang menilai risiko di kawasan perbatasan masih dapat "ditangani". Operasi sebelumnya sempat dihentikan karena kekhawatiran bendungan tanah longsor dapat jebol dan memicu aliran air besar ke wilayah hilir. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Warga duduk di atas bukit setelah mencapai dataran tinggi menyusul peringatan bahwa tanggul danau telah jebol, dua hari setelah banjir bandang dan tanah longsor di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026.

Danau tersebut mulai meluap pada Jumat pagi, memicu peringatan baru bagi masyarakat di wilayah hilir Nepal. Pihak berwenang di kedua sisi perbatasan meningkatkan pemantauan seiring permukaan air yang terus naik. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Kalpana Rimal, yang berjalan kaki dari distrik Rasuwa, menghibur seorang wanita yang rumahnya juga terdampak banjir bandang dan tanah longsor, di luar pusat pelatihan militer Maithali Barrack di Nuwakot, Nepal, pada 28 Agustus 2026.

Situasi ini terjadi ketika Nepal masih menghadapi dampak banjir dahsyat yang melanda dua hari sebelumnya. Bencana tersebut dilaporkan menewaskan 489 orang dan menyebabkan hampir 1.000 orang lainnya hilang di Nepal dan wilayah Tibet, China. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

Pihak berwenang di Distrik Nuwakot, Nepal, mendesak warga mengungsi pada Jumat (28/8/2026) setelah sebuah danau yang terbentuk akibat tanah longsor di perbatasan Nepal-Tibet mulai meluap. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Di tengah situasi tersebut, Nepal menyatakan belum memerlukan bantuan pencarian dan penyelamatan dari luar negeri, meskipun sejumlah negara telah menawarkan bantuan karena masih terdapat warga negara mereka yang dilaporkan hilang akibat bencana. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |