Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan akan memberikan insentif berupa subsidi pembelian mobil listrik baru. Adapun kuota yang disediakan untuk insentif mobil listrik sebanyak 100.000 unit.
Salah satu instrumen utama dalam dorongan ini adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah. Purbaya akan menggodok skema yang paling efektif untuk diterapkan salah satunya soal kandungan baterainya berdasarkan nikel atau non nikel. Purbaya sebelumnya mempertimbangkan kandungan nikel dalam baterai mobil listrik akan mendapatkan insentif lebih besar dari non nikel. Itu karena pemerintah ingin menggeliatkan hilirisasi dari komoditas mineral kritis itu.
"Terus untuk mobil, berikut-berikut variasi, ada yang 100% untuk ppnya (pajak), ada yang 40%, tergantung baterainya," kata Purbaya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Sedangkan untuk motor listrik baru, pemerintah juga akan memberikan insentif sebesar Rp 5 juta per unit. Alokasi subsidi motor listrik pada tahun ini sebesar 100.000 unit.
Foto: Mobil listrik melewati ruas jalan Jakarta saat jam sibuk, Selasa (5/5/2026). Mobil listrik dinilai bakal menjadi kendaraan yang tepat untuk dikendarai di dalam kota seperti Jakarta yang selalu memiliki mobilitas padat setiap harinya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Jadi gini motor listrik mobil saya sudah bicarakan Pak Menperin dan Menteri Koordinator Bidan Perekonomian anggarannya masih kita itung. Untuk motor kira-kira Rp5 juta per motor, 5 juta rupiah per motor untuk 100.000 motor," imbuhnya.
Purbaya menekankan kebijakan tersebut mulai berlaku pada Juni 2026 mendatang. Dia berharap dengan kebijakan ini mendorong masyarakat untuk berpindah ke kendaraan listrik sehingga manfaatnya bisa menekan impor BBM.
"Saya ingin itu masuk awal Juni diimplementasi supaya di triwulan II ada dorongan yang penting ada switch dari pemakaian BBM ke listrik sehingga impor BBM kita maupun minyak kita bisa berkurang itu bantu daya tahan ekonomi kita. Jadi jangan lihat subsidinya jadi itu tujuan utamanya ekonomi kita tahan dari sisi energi," tegas Purbaya.
(wur/wur)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































