Satelit Amerika Serbu Iran, 46 Orang Langsung Ditangkap

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Satelit buatan Amerika Serikat (AS) dilarang digunakan di Iran. Namun, temuan lapangan mengungkap satelit Starlink milik Elon Musk masih terdistribusi di negara tersebut.

Iran akhirnya bertindak keras dengan menangkap beberapa orang yang mendistribusikan Starlink. Selain itu, pemerintah setempat juga mengincar pengguna yang mencari konektivitas alternatif di luar saluran yang telah dikendalikan negara.

Laporan media Iran menyebutkan penertiban ini telah menangkap 46 orang dan menyita peralatan terkait Starlink, dikutip dari Roic.

Tindakan ini terjadi saat masalah geopolitik kedua negara tengah memanas. Tujuannya terkait keamanan di dalam negeri Iran.

"Tindakan ini merupakan bagian dari penegakan hukum yang berlangsung pada jaringan komunikasi tidak sah, yang didorong pada prioritas keamanan," jelas sumber anonim, dikutip dari Roic, Rabu (1/4/2026).

Iran memiliki riwayat membatasi akses ke internet yang tidak dipantau, begitu juga dengan teknologi asing. Sementara layanan Starlink di Iran disebut menjadi titik untuk melewati filter pemerintah setempat.

Untuk menghentikannya, pemerintah juga terus berupaya mengatur atau menghindari penggunaan jaringan asing secara intens. Iran melancarkan tindakan penegakan hukum dan upaya yang lebih luas. Dengan tujuan menghambat adanya informasi soal protes dan mengendalikan aliran informasi.

Roic mencatat pengguna akan mengalami gangguan konektivitas karena akses yang terputus ke perangkat tersebut. Dengan begitu bisa membuat masyarakat Iran beralih ke opsi jaringan yang telah diverifikasi sebelumnya oleh pemerintah.

Dari sisi Starlink, bisa membuat penetrasi di Iran akan tertinggal jika kontrol tetap dilakukan oleh pemerintah setempat.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |