Tambang Emas Pani Merdeka Copper (MDKA) Pakai Listrik Bersih dari PLTA

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggunakan pasokan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru untuk operasional Tambang Emas Pani, Gorontalo.

Dengan skema pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero), perusahaan bisa memperluas penggunaan energi terbarukan di unit operasional.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menjelaskan transisi energi dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci dalam pengembangan operasional perusahaan.

Dia menekankan komitmen tersebut merupakan upaya perusahaan untuk mendorong penerapan operasional tambang yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan bagi industri pertambangan nasional.

"Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab," ujar Albert dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (13/5/2026).

Implementasi listrik bersih di Tambang Emas yang dikelola oleh anak usaha MDKA yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) itu efektif diberlakukan sejak 1 Januari 2026 lalu.

Penggunaan energi dari PLTA ini mengikuti jejak Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang sebelumnya telah mengadopsi skema serupa melalui pembelian sertifikat energi terbarukan sejak tahun 2022.

Selain penggunaan REC, grup Merdeka juga mengintegrasikan sistem panel surya di Tambang Tembaga Wetar serta Tambang Nikel SCM di Sulawesi sebagai sumber energi pendukung operasional.

Perusahaan juga telah mewajibkan seluruh entitas anak usaha untuk menggunakan bahan bakar B40 di area tambang guna mendukung target dekarbonisasi.

Pada sektor efisiensi bahan bakar, optimalisasi penggunaan energi di Tambang Nikel SCM tercatat telah menghasilkan penghematan sebanyak 563.293 liter B40 sepanjang tahun 2025. Langkah itu sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mengoperasikan tambang nikel dan smelter yang terintegrasi untuk memasok bahan baku kendaraan listrik global.

Di sisi pengelolaan lingkungan, MDKA telah melakukan reklamasi lahan seluas 49,60 hektare di area tambang sepanjang tahun 2025 sehingga total akumulasi reklamasi mencapai 143,56 hektare. Perusahaan juga menjalankan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) yang mencakup area seluas 6.084 hektare di luar wilayah pertambangan.

Atas berbagai inisiatif tersebut, Merdeka Copper Gold berhasil mempertahankan peringkat 'A' dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut. Capaian ini menjadikan perseroan sebagai satu-satunya perusahaan di sektor diversified metals and mining di Indonesia yang memperoleh peringkat tersebut secara konsisten.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |