Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Staf Kepresidenan untuk Kebijakan Korea Selatan, Kim Yong Beom, resmi mengundurkan diri pada hari Selasa. Kepergian ini terjadi sekitar 15 bulan setelah Kim menjabat sebagai kepala kebijakan pertama di bawah pemerintahan Lee Jae Myung.
Mengutip Korea Joong An, Jumat (4/9/2026), Kim diketahui mulai menduduki jabatan strategis tersebut pada Juni 2025 lalu, tak lama setelah pemerintahan Lee resmi mengambil alih kekuasaan. Juru bicara kepresidenan, Kang Yu-jung, membenarkan kabar mundurnya pejabat tinggi tersebut dalam sebuah pengarahan pada hari Selasa.
"Kim menawarkan untuk mengundurkan diri kemarin. Presiden Lee menerima pengunduran dirinya hari ini," paparnya.
Pengunduran diri Kim terjadi di tengah derasnya spekulasi bahwa gejolak di pasar keuangan terkait exchange-traded funds (ETF) berleverage saham tunggal dan memburuknya sentimen publik turut berkontribusi besar pada kepergiannya.
Anggota parlemen dari kubu oposisi menuduh bahwa Kim telah menginstruksikan otoritas keuangan untuk secara khusus memperkenalkan ETF berleverage yang terkait dengan saham-saham cip individu.
Buntut dari skandal ini, Kim kini harus menghadapi aduan pidana terkait manipulasi ETF berleverage tersebut, sementara otoritas di Korea juga terus didesak untuk segera memperketat aturan main bagi ETF yang berisiko tinggi.
Rentetan kontroversi politik yang memanas ini, ditambah dengan memuncaknya rasa frustrasi masyarakat terhadap masalah perumahan, telah menjadi pukulan telak bagi pemerintah, di mana tingkat persetujuan Lee dilaporkan anjlok hingga berada di bawah 40% untuk pertama kalinya.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































