Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membuat pesaingnya China kesulitan di industri manufaktur tak berbuah manis. Sebaliknya, usaha itu tak menghasilkan apapun yang berguna bagi AS.
Trump memberlakukan tarif untuk merugikan manufaktur China. Banyak perusahaan terdampak dengan kebijakan ini, dan memicu indeks manufaktur (PMI) China mengalami kontraksi selama sebagian besar tahun lalu, April 2025 tercatat paling lemah.
Namun, China tak tinggal diam. Pemerintahan Xi Jinping melakukan kontrol ekspor pada mineral dan logam yang dibutuhkan perusahaan AS dan sulit didapatkan dari negara lain. Di sisi lain, manufaktur-manufaktur China juga beradaptasi dan mencari cara agar terus bergerak, salah satunya dengan menggandeng mitra di negara pihak ketiga seperti Vietnam.
Hal ini membuat PMI bertumbuh dengan laju tercepat dalam setahun. Data yang dikutip Reuters mengatakan surplus perdagangan China pada dua bulan pertama tahun 2026 naik menjadi US$213,6 miliar dari US$169,21 miliar.
Pada 2025, surplus perdagangan sebesar seperlima menjadi rekor US$1,2 triliun. Sementara ekspor ke AS merosot 20% pada tahun yang sama.
CEO Agilian Technology, Fabian Gaussorgues mengatakan penurunan ini merugikan para produsen yang bergantung pada pasar. Misalnya Agilian yang sebagian besar memproduksi barang untuk merek Barat yang terdampak dengan mengalami pembekuan permintaan dari AS.
Para klien Agilian pernah meminta perusahaan mengirim produk ke gudang yang berada di Amerika Utara. Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi tarif yang diterapkan.
Ekonom utama untuk Asia dan pemimpin perdagangan global Economist Intelligence Unit, Nick Marro menjelaskan bea masuk yang diterapkan China membuat adanya restrukturisasi hubungan perdagangan dan rantai pasokan.
Dia mengharapkan AS dan China bisa terus berkomunikasi. Dengan begitu bisa mencegah ketegangan perdagangan di dua negara.
"Yang terbaik dan bisa diharapkan adalah janji dari kedua belah pihak untuk terus berbicara dan mungkin kerangka kerja untuk mencegah ketegangan perdagangan seperti yang terjadi tahun lalu," jelas Marro.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
3
















































