Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pariwisata Indonesia pada Maret 2026 menunjukkan arah yang kontras. Di satu sisi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terjadi penurunan secara bulanan. Namun di sisi lain, lonjakan turis asal Australia justru menjadi penopang utama, bahkan menjaga pertumbuhan tetap positif secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisman pada Maret 2026 mencapai 1.088.166 kunjungan. Angka ini turun 6,17% secara bulanan (month-to-month/mtm), tetapi masih naik 10,50% secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Pada kondisi Maret 2026, kunjungan Wisman melalui pintu masuk utama tercatat sebanyak 930.497 kunjungan. Sementara, Wisman yang masuk melalui pintu perbatasan tercatat sebanyak 157.669 kunjungan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).
Secara kumulatif, tren pariwisata masih solid. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total kunjungan wisman mencapai 3.436.276 kunjungan, atau meningkat 8,62% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
"Capaian kunjungan Wisman pada bulan Januari sampai Maret 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu," sebut dia.
Dari sisi kebangsaan, turis Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 17,14%, diikuti Australia 12,01% dan Singapura 9,45%. Namun, pola pergerakan antar negara berbeda tajam. Wisatawan dari Malaysia dan Singapura justru menurun karena faktor musiman.
"Penurunan yang berkebangsaan Malaysia dan Singapura ini dipengaruhi oleh masuknya bulan Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, yang juga berakhiran pada liburan tahun baru Imlek, yang berakhir pada bulan Februari, yang biasanya membuat perjalanan terutama dari Malaysia dan Singapura ke Indonesia menjadi berkurang," jelasnya.
Sebaliknya, turis Australia melonjak signifikan.
"Sedangkan Wisman berkebangsaan Australia ini mengalami peningkatan cukup tinggi, meningkat sebesar 21,67%," ungkap Ateng.
Lonjakan ini didorong oleh pembukaan rute penerbangan langsung dari Australia ke Bali.
"Peningkatan ini terutama didorong dibukanya oleh dua rute penerbangan langsung, yaitu dari Australia ke Bali pada tanggal 23 dan 25 Maret 2026. Alhamdulillah ini bisa mendongkrak peningkatan Wisman dari Australia," ujarnya.
Adapun secara pintu masuk, arus wisman masih terkonsentrasi di Bandara Ngurah Rai, yang didominasi oleh wisatawan asal Australia.
Foto: Orang-orang berjemur di Pantai Bondi, karena suhu diperkirakan mencapai puncaknya 39 derajat Celsius, menurut Biro Meteorologi, di Sydney, Australia, 22 Oktober 2025. (REUTERS/Hollie Adams)
Belanja Turis Naik
Sementara dari sisi kualitas kunjungan, rata-rata pengeluaran wisman juga meningkat. Pada triwulan I-2026, rata-rata pengeluaran per kunjungan mencapai US$1.345,61.
"Pada triwulan I-2026, rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan mencapai US$1.345,61 atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran pada triwulan IV-2025 yang lalu, maupun dibandingkan dengan triwulan I-2025," papar dia.
Komposisi belanja masih didominasi akomodasi sebesar 37,23%, disusul makanan dan minuman 20,17%, serta belanja dan cendera mata 11,06%. Selain itu, terjadi peningkatan proporsi pada sektor makanan-minuman, transportasi lokal (5,38%), paket tur lokal (5,41%), hingga kesehatan dan kecantikan (2,33%).
Wisatawan Domestik Meledak Saat Libur Panjang
Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencatat lonjakan tajam. Pada Maret 2026, jumlah perjalanan mencapai 126.339.846 perjalanan, naik 38,63% secara bulanan dan 42,10% secara tahunan.
"Kenaikan wisatawan Nusantara secara bulanan ini kami mencatat, didorong oleh masa long weekend dan juga peak season, libur nyepi dan juga Lebaran Idul Fitri yang terjadi pada bulan Maret yang lalu," kata Ateng.
Secara kumulatif Januari-Maret 2026, perjalanan wisnus mencapai 319.513.392 perjalanan, tumbuh 13,14% dibandingkan tahun lalu.
Secara triwulanan, jumlah perjalanan wisnus naik 7,07% dibandingkan triwulan IV-2025, dengan peningkatan tertinggi antara lain di Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Kalimantan Barat.
WNI ke Luar Negeri Juga Meningkat
Perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia ke luar negeri juga ikut meningkat. Pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisnas mencapai 793.158 perjalanan, naik 13,14% secara bulanan dan 36,26% secara tahunan.
Secara kumulatif Januari-Maret 2026, total perjalanan wisnas tercatat 2.500.625 perjalanan, atau meningkat 7,27% dibandingkan periode yang sama 2025.
"Secara kumulatifnya jumlah Wisatawan Nasional selama Januari hingga Maret tahun 2026 mencapai 2,50 juta perjalanan, atau meningkat 7,27% jika dibandingkan dengan Januari-Maret pada tahun 2025 yang lalu," pungkasnya.
(wur)
Addsource on Google

1 hour ago
3
















































