Video Buatan AI Tanpa Izin Bikin Rugi Pedagang di Ecommerce

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Fitur pembuatan video promosi otomatis menggunakan kecerdasan buatan atau AI yang diluncurkan Shopee dan TikTok Shop justru mendatangkan masalah bagi para penjual. Video yang dibuat tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemilik produk itu kerap menampilkan informasi yang keliru, mengubah tampilan asli barang, hingga menyesatkan pembeli.

Namun, penjual hampir tak memiliki kendali untuk menghapusnya dari kedua platform ecommerce tersebut.

Kisah paling mencolok dialami oleh penulis asal Singapura, Xie Shi Min. Channel News Asia, melaporkan ia terkejut saat menemukan video promosi bukunya di Shopee. Video buatan AI mengubah ilustrasi sampul bukunya.

Pedang pada sampul berubah menjadi sebatang tongkat. Lebih aneh lagi, avatar AI dalam video itu berjanji kepada pembaca bahwa mereka dapat "mencium bau durian" dari dalam halaman buku. Kata durian padahal hanya disebut sekilas pada satu baris dan sama sekali tidak berkaitan dengan isi cerita.

Buku yang seharusnya berisi kisah remaja dengan tema trauma lintas generasi dan kekerasan verbal justru dipromosikan AI sebagai "petualangan seru dan menyenangkan untuk anak-anak".

"Sampul buku yang telah dirancang dengan penuh ketelitian harus rusak sedemikian rupa. Melihat karya saya diubah sembarangan oleh AI sungguh terasa seperti penghinaan," ungkap Xie Shi Min.

Kasus serupa dialami oleh Koh Wan Yi, pemilik studio desain produk kertas Helumi. Ia menemukan video buatan AI di TikTok Shop yang menampilkan kalender tahunan dan stiker buatannya dalam ukuran yang berlebihan dan warna yang keliru  sehingga pembeli yang menerima barang asli merasa kecewa karena tidak sesuai dengan yang terlihat di video.

Beberapa video bahkan muncul dalam bahasa asing yang tidak dipahami penjual. Koh meminta pihak TikTok memblokir pembuat video tersebut, tetapi disarankan untuk menonaktifkan fitur kerja sama terbuka yang justru memutus akses seluruh pembuat konten, termasuk yang aslinya bekerja sama dengan baik.

Lapor Dihapus, Video Lain Muncul Lagi

Penjual frustrasi karena kesulitan menghapus video tersebut. Penerbit buku Epigram Books telah melaporkan sekitar 10 video bermasalah sejak Maret 2026, tetapi tidak ada kepastian apakah video itu benar-benar dihapus. Bahkan setelah satu video dilaporkan, video buatan AI yang lain muncul menggantinya.

"Ibarat kepala Hydra, satu kepala dipenggal, kepala lain tumbuh lagi," keluh Xie.

Shopee menyatakan bahwa video produk dapat berisi konten dari berbagai sumber termasuk buatan pengguna dan AI, serta mengimbau penjual untuk melaporkan konten yang melanggar kebijakan. Namun platform tidak menjelaskan apakah penjual diberitahu saat video buatan AI dipasang di halaman produk mereka, dan tidak memberikan opsi langsung untuk menghapus atau menggantinya. Sementara itu, TikTok Shop menyatakan bahwa konten buatan AI tetap tunduk pada pedoman komunitas dan dapat dilaporkan jika menyesatkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |