Video: Pengusaha Sawit Ungkap Sebab Kelangkaan MinyaKita

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengungkapkan sejumlah tantangan sektor sawit RI termasuk tertahannya produksi sawit akibat terkendalanya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Namun GAPKI memastikan produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia yang mencapai 51 juta ton masih mencukupi kebutuhan dalam negeri termasuk untuk program B50. Namun jika produksi dalam negeri tidak mampu ditingkatkan namun kebutuhan domestik juga naik maka ekspor bisa menurun.

Dampak turunnya ekspor CPO dari Indonesia cukup dikhawatirkan oleh pengusaha mengingat peran RI sebagai negara eksportir utama sawit dunia. Jika pasokan CPO di pasar global turun maka konsumen akan berpaling ke minyak nabati lain dan akan mengerek harga global.

Sementara terkait kelangkaan MinyaKita, GAPKI menjelaskan bahwa perang berefek pada penurunan ekspor CPO RI sebanyak 30% maka DMO ikut turun dari 1,9 juta ton menjadi 1 Juta ton maka produksi minyak dalam negeri ikut berkurang.

Ke depan, GAPKI mendorong upaya percepatan Program PSR dan mengatasi semua persoalan yang menghambat petani untuk melakukan replanting termasuk mendapatkan bantuan pendanaan sebesar 60 juta per hektare/petani.

Selengkapnya simak ulasan Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 08/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |