Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
09 February 2026 19:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Di dalam hubungan antarnegara, yang tampak sering kali hanya pertemuan resmi dan pernyataan diplomatik. Namun di balik itu ada perangkat negara yang bergerak dalam senyap, bekerja mengantisipasi risiko sebelum meledak menjadi krisis.
Di sinilah peran lembaga intelijen menjadi penting, bukan hanya membaca situasi, tetapi juga membangun langkah pencegahan melalui operasi tertutup, penindakan jaringan teror, hingga pengamanan ruang digital dari serangan siber.
Dalam persaingan geopolitik yang makin ketat dan panas, kualitas intelijen ikut menentukan daya tawar sebuah negara.
Tugasnya pun kian rumit karena ancaman datang dari berbagai arah, mulai dari konflik di kawasan, spionase, sampai perang informasi. Karena itu, lembaga intelijen dituntut menguasai teknologi, analitik data, serta kemampuan mengolah potongan informasi menjadi peringatan dini yang bisa ditindaklanjuti.
Dari banyaknya lembaga intelijen di dunia, hanya beberapa yang kerap menjadi rujukan karena kapasitas operasional, jaringan, dan inovasi teknologinya. Berikut adalah 10 badan intelijen terbaik di dunia.
Central Intelligence Agency CIA
Jika membahas intelijen paling berpengaruh di dunia, nama CIA hampir selalu muncul di urutan teratas. Lembaga milik Amerika Serikat ini berdiri sejak 1947 dan dikenal memiliki jangkauan operasi yang luas di berbagai belahan dunia.
CIA berfokus pada pengumpulan intelijen luar negeri, menjalankan operasi rahasia, serta mendukung agenda kontra terorisme. Sejumlah operasi berprofil tinggi yang kerap dikaitkan dengan CIA membuat lembaga ini identik dengan kekuatan intelijen Washington.
Federal Security Service FSB dan Foreign Intelligence Service SVR
Di sisi lain, Rusia membangun arsitektur intelijen dengan dua pilar utama yang saling melengkapi. FSB berperan untuk pengamanan dan kontra intelijen di dalam negeri, sementara SVR bergerak di ranah luar negeri.
Reputasi keduanya banyak dikaitkan dengan operasi siber, infiltrasi politik, hingga perang informasi. Kehadiran mereka di berbagai isu global menegaskan bahwa Moskow tetap menjadi pemain besar dalam pertarungan intelijen modern.
Mossad
Jika Amerika dan Rusia bertumpu pada skala serta jejaring luas, intelijen milik Israel cukup menonjol lewat operasi yang dikenal presisi dan cepat.
Mossad sering disebut sebagai salah satu lembaga paling efektif dalam sejarah modern karena kemampuannya mengeksekusi misi dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Nama Mossad juga kerap muncul dalam pembahasan operasi yang menargetkan ancaman strategis, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir Iran.
Secret Intelligence Service - MI6
Berpindah ke Eropa Barat, Inggris memiliki MI6 sebagai motor intelijen luar negeri yang sudah aktif sejak 1909. Perannya menonjol sejak Perang Dunia II hingga Perang Dingin, dan kini terus beradaptasi menghadapi ancaman baru. Dalam praktiknya, MI6 bekerja beriringan dengan MI5 untuk keamanan domestik serta GCHQ yang menangani kemampuan sinyal dan siber, membentuk ekosistem intelijen Inggris yang terintegrasi.
Ministry of State Security (MSS)
Sementara itu, China dikenal dengan pendekatan yang jauh lebih tertutup. MSS merupakan lembaga yang memadukan kontra intelijen, spionase luar negeri, dan pengamanan negara. Di mata banyak negara Barat, MSS menjadi perhatian karena sering dikaitkan dengan aktivitas peretasan dan infiltrasi, baik terhadap perusahaan besar maupun lembaga pemerintah asing, seiring meningkatnya persaingan strategis global.
General Directorate for External Security (DGSE)
Prancis juga memiliki peran kuat melalui DGSE yang menjadi tulang punggung operasi luar negeri Paris. Fokusnya banyak tertuju pada kawasan yang strategis bagi Prancis seperti Afrika dan Timur Tengah. DGSE dikenal unggul dalam intelijen teknis dan siber, serta memiliki pengalaman panjang dalam operasi paramiliter, sehingga sering dipandang sebagai salah satu pemain penting dalam peta keamanan Eropa.
Research and Analysis Wing (RAW)
Dari Asia Selatan, India memperkuat pengaruhnya melalui RAW yang berdiri pada 1968. Lembaga ini berfokus mengumpulkan informasi di kawasan sekitar, terutama terkait dinamika Pakistan dan China. Selain pemantauan militer dan politik, RAW juga kerap dikaitkan dengan misi kontra terorisme dan operasi psikologis. Perannya dalam menjaga stabilitas regional membuat RAW menjadi salah satu agensi strategis di Asia.
Federal Intelligence Service (BND)
Jika Inggris kuat lewat jaringan dan tradisi panjang, Jerman menonjol melalui pendekatan yang teknokratis. BND dikenal menitikberatkan pengumpulan data dan analisis geopolitik, dengan kemampuan kuat dalam intelijen sinyal. Reputasinya menguat lewat keterlibatan dalam isu keamanan Eropa, termasuk pemantauan ancaman strategis dan pelacakan jaringan berbahaya lintas negara.
Inter Services Intelligence (ISI)
Berikutnya, Pakistan memiliki ISI yang kerap disebut paling berpengaruh di kawasan, namun juga sarat kontroversi. ISI memiliki jejak panjang dalam dinamika Afghanistan dan persaingan di Asia Selatan. Banyak operasinya tidak pernah tampil ke publik, tetapi sering dinilai memiliki dampak besar terhadap arah konflik regional. Terlepas dari kritik yang muncul, efektivitas ISI dalam memperjuangkan kepentingan strategis Pakistan membuat namanya tetap diperhitungkan
Millî İstihbarat Teşkilatı (MIT)
Dan yang terakhir, Turki mengandalkan MIT yang perannya semakin menonjol seiring posisi Ankara di kawasan. Fokus MIT mencakup kontra terorisme, intelijen siber, serta pengumpulan informasi regional. Aktivitasnya banyak disorot di Timur Tengah, terutama dalam menghadapi ancaman kelompok bersenjata dan dinamika politik lintas perbatasan, menjadikan MIT salah satu aktor penting di kawasan
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

1 hour ago
5















































