Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian orang terkaya dunia membangun kekayaannya dari sektor tambang dan sumber daya alam. Lonjakan harga komoditas global menjadikan industri ini mesin pencetak miliarder.
Berikut adalah lima crazy rich Indonesia yang kaya dari tambang.
Low Tuck Kwong
Dia adalah pemilik PT Bayang Resources yang bergerak di sektor tambang batu bara. Bahkan tercatat sebagai perusahaan batu bara dengan kapitalisasi terbesar di bursa domestik.
Akhir tahun lalu, Forbes menempati Low di posisi ke-4 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan US$24,9 miliar.
Keluarga Widjaja
Keluarga mendiang Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai salah satu konglomerat pada masa Orde Baru. Mereka menguasai Sinar Mas Group, yang juga pemilik PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) bergerak di bidang energi dan infrastruktur.
Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR) yang merupakan anak usaha DSSA, memiliki tambang di Australia dan mengakuisisi aset tambang Stanmore Coal. Anak perusahaan lain, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) juga diketahui sebagai penyumbang batu bara.
Keluarga Widjaja tercatat memiliki kekayaan US$28,3 miliar per akhir tahun 2025 versi Forbes.
Garibaldi Thohir
Garibaldi emiten raksasa PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), yang ketika pertama kali melantai di bursa tahun 2008 silam berhasil memperoleh dana IPO terbesar sepanjang sejarah yang baru-baru ini rekornya dipecahkan oleh Bukalapak.
Forbes melaporkan kekayaan kakak Erick Thohir US$3,8 miliar (Rp 64,2 triliun) pada tahun lalu.
Kiki Barki
Dia adalah pendiri PT Harum Energi (HRUM), sebuah emiten pertambangan batubara pada 1995. Selain itu juga terdapat tambang batubara swasta miliknya Tanito Harum.
Putra sulung Kiki, Lawrence Barki menjadi presiden komisaris untuk Harum. Putra bungsungnya menempati posisi presiden komisaris.
Forbes pada 2024 mencatat kekayaan Kiki Barki sebesar US$1,3 miliar (Rp 21,9 triliun).
Edwin Soeryadjaya
Ayah Edwin atau Tjia Han Pun diketahui merintis bisnisnya membangun Astra saat perang Indonesia-Belanda mereda. Puluhan tahun kemudian, Edwin dan Sandiaga Uno mendirikan perusahaan keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG).
Pada 2000-an, pertambangan batu bara menggeliat di tanah air. Edwin masuk ke bisnis ini beberapa waktu kemudian dan terlibat dalam pendirian perusahaan batu bara Pama Persada.
Pada tahun 2025, Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$1,2 miliar (Rp 20,2 triliun).
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































