8 Kekaisaran Dunia dengan Pasukan Terbesar dan Terganas, Tembus Jutaan

5 hours ago 5

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

24 March 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak ribuan tahun lalu, kekuatan militer menjadi faktor utama yang menentukan kejayaan sebuah peradaban.

Beberapa kerajaan dan kekaisaran di dunia kuno bahkan mampu mengerahkan ratusan ribu hingga mendekati satu juta prajurit untuk memperluas wilayah dan mempertahankan kekuasaan mereka.

Ukuran pasukan pada masa tersebut sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: jumlah populasi dan kemampuan administrasi negara untuk memobilisasi serta memasok tentara. Semakin besar populasi dan semakin kuat sistem pemerintahan, semakin besar pula potensi tentara yang dapat dikerahkan.

Berikut beberapa kekaisaran dengan pasukan terbesar di dunia kuno.

1. Dinasti Qin, China

Dinasti Qin dikenal sebagai kerajaan yang berhasil mempersatukan China pada abad ke-3 SM di bawah kepemimpinan Qin Shi Huang. Untuk menaklukkan negara-negara pesaing dalam periode Warring States, Qin membangun kekuatan militer yang sangat besar dan terorganisasi.

Sejumlah perkiraan menyebutkan bahwa total pasukan Qin dapat mencapai hingga sekitar 1 juta prajurit jika termasuk tentara aktif dan cadangan. Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran dunia kuno dan menunjukkan kemampuan mobilisasi negara yang kuat.

Militer Qin didukung oleh sistem hukum yang ketat serta wajib militer bagi laki-laki dewasa. Dengan struktur komando yang disiplin dan persenjataan yang relatif maju, pasukan Qin mampu memenangkan serangkaian perang dan menyatukan wilayah China.

2. Dinasti Han, China

Setelah runtuhnya Dinasti Qin, Dinasti Han melanjutkan tradisi militer yang kuat dan bahkan memperluas wilayah kekaisaran secara signifikan. Pada masa pemerintahan Kaisar Wu dari Han, militer kekaisaran berkembang menjadi salah satu yang terbesar di dunia pada saat itu.

Jumlah tentara Han diperkirakan mencapai sekitar 600.000 hingga 700.000 prajurit. Kekuatan militer ini digunakan untuk mempertahankan perbatasan utara dari serangan bangsa nomaden serta memperluas pengaruh China hingga Asia Tengah.

Sistem militer Han didukung oleh program wajib militer bagi warga laki-laki. Setelah menjalani pelatihan dasar, mereka dapat ditempatkan sebagai pasukan aktif atau cadangan yang siap dipanggil kembali ketika terjadi konflik.

3. Kekaisaran Maurya, India

Kekaisaran Maurya merupakan salah satu kekuatan terbesar di India kuno, terutama pada masa pemerintahan Chandragupta Maurya dan Ashoka. Kerajaan ini membangun militer yang sangat besar untuk menjaga stabilitas wilayah yang luas.

Catatan dari sejarawan Yunani, Megasthenes, menyebut bahwa pasukan Maurya terdiri dari sekitar 600.000 infanteri, 30.000 kavaleri, 9.000 kereta perang, serta 8.000 gajah perang. Komposisi ini menjadikannya salah satu militer terbesar pada masanya.

Gajah perang menjadi salah satu keunggulan utama militer Maurya di medan pertempuran. Selain memberikan kekuatan fisik yang besar, unit ini juga memiliki efek psikologis yang kuat terhadap musuh.

4. Kekaisaran Gupta, India

Gupta Empire merupakan salah satu kekaisaran besar di India yang berkembang antara abad ke-4 hingga abad ke-6 M. Pada masa kejayaannya, kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang cukup besar untuk mempertahankan stabilitas wilayah.

Jumlah pasukan Gupta diperkirakan mencapai sekitar 500.000 infanteri, 50.000 kavaleri, serta sekitar 10.000 gajah perang. Kombinasi unit ini memberikan fleksibilitas dalam berbagai strategi pertempuran.

Militer Gupta tidak hanya digunakan untuk ekspansi wilayah, tetapi juga untuk menjaga jalur perdagangan yang penting bagi ekonomi kerajaan. Stabilitas keamanan tersebut berperan besar dalam perkembangan budaya dan ekonomi pada masa itu.

5. Kekaisaran Romawi, Mediterania

Kekaisaran Romawi dikenal memiliki salah satu organisasi militer paling disiplin dalam sejarah. Pasukan Romawi terdiri dari legiun profesional yang didukung oleh pasukan tambahan atau auxilia dari berbagai wilayah kekaisaran.

Pada puncak kejayaannya, jumlah tentara Romawi diperkirakan mencapai sekitar 450.000 hingga 500.000 prajurit. Pasukan ini ditempatkan di berbagai provinsi untuk menjaga keamanan dan memperluas pengaruh kekaisaran.

Struktur militer Romawi sangat terorganisasi dengan sistem pelatihan yang ketat. Disiplin tinggi serta taktik pertempuran yang efektif membuat legiun Romawi menjadi kekuatan militer yang sangat ditakuti pada masanya.

6.Kekaisaran Akhemenid (Persia), Timur Tengah

Achaemenid Empire merupakan salah satu kekaisaran terbesar di dunia kuno yang wilayahnya membentang dari Balkan hingga India. Luasnya wilayah ini membuat Persia membutuhkan kekuatan militer yang sangat besar.

Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa Persia mampu mengerahkan ratusan ribu tentara dalam kampanye militer besar. Namun banyak sejarawan modern memperkirakan jumlah realistis pasukan sekitar 120.000 hingga 300.000 prajurit dalam satu operasi militer.

Pasukan Persia terdiri dari berbagai etnis dari wilayah kekaisaran. Salah satu unit elit yang terkenal adalah Immortals, yaitu pasukan inti yang selalu berjumlah 10.000 prajurit dan menjadi tulang punggung militer Persia.

7. Kekaisaran Nanda, India

Nanda Empire merupakan kerajaan besar di India sebelum munculnya Maurya. Kekaisaran ini dikenal memiliki kekuatan militer yang sangat besar dan menjadi salah satu faktor yang membuat wilayahnya sulit ditaklukkan.

Menurut beberapa catatan sejarah, militer Nanda terdiri dari sekitar 200.000 infanteri, 20.000 kavaleri, 2.000 kereta perang, serta 3.000 gajah perang. Jumlah ini menunjukkan besarnya sumber daya yang dimiliki kerajaan tersebut.

Besarnya kekuatan militer Nanda bahkan disebut membuat Alexander the Great dan pasukannya ragu untuk melanjutkan ekspedisi lebih jauh ke wilayah India. Faktor ini menunjukkan betapa kuatnya militer kerajaan tersebut pada masanya.

8. Kekaisaran Hun, Eurasia

Bangsa Hun merupakan kelompok nomaden yang terkenal dengan kemampuan kavaleri mereka yang sangat cepat dan efektif. Di bawah kepemimpinan Attila the Hun, mereka menjadi kekuatan militer yang sangat ditakuti di Eropa.

Jumlah pasukan Hun diperkirakan mencapai sekitar 100.000 tentara ketika mereka melakukan ekspansi ke wilayah Romawi. Meskipun tidak sebesar kekaisaran agraris, mobilitas tinggi membuat pasukan ini sangat mematikan.

Kavaleri Hun menggunakan taktik serangan cepat dan panah berkuda untuk melemahkan musuh. Strategi ini memungkinkan mereka mengalahkan pasukan yang secara jumlah lebih besar namun kurang mobile.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |