Ada Gerhana Matahari Cincin Jelang Ramadan 2026, Awas Bahaya Mengintai

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang bulan Ramadan tahun ini, akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Fenomena langit itu bakal terjadi pada 17 Februari 2026 namun hanya akan nampak pada sebagian wilayah terpencil di Antartika.

Fase puncak Gerhana Matahari Cincin tahun ini akan terjadi pada pukul 07:12 EST atau 19:12 WIB.

Sementara wilayah lainnya, seperti sebagian wilayah Antartika, Afrika bagian selatan dan Amerika Selatan bagian selatan masih bisa menikmati Gerhana Matahari Parsial.

Untuk masyarakat di luar wilayah tersebut tidak bisa menikmatinya secara langsung. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menyaksikannya melalui siaran langsung resmi yang biasanya diadakan beberapa pihak.

Sebagai informasi, Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada di posisi sejajar dengan Matahari dan Bumi pada fase Bulan baru. Jadi bayangan Bulan akan jatuh ke permukaan Bumi.

Gerhana Matahari sendiri memiliki beberapa jenis. Khusus untuk Gerhana Matahari Cincin terjadi saat bulan hanya menutupi sekitar 96% bagian piringan Matahari.

Sementara untuk Gerhana Matahari Total adalah saat Bulan menutupi seluruh bagian Matahari.

Bahaya Gerhana Matahari

Sementara itu, fenomena Gerhana Matahari menyimpan bahayanya sendiri. Yakni saat mengamatinya secara langsung, tanpa bantuan alat sama sekali.

Pada setiap kesempatan Gerhana Matahari, ada banyak peringatan untuk tidak melihat ke arah langit secara langsung. Menatap Matahari secara langsung tidak aman, bahkan saat gerhana terjadi.

Cahaya dari Matahari sangat intens, membuatnya benar-benar dapat membakar mata. Begitu juga saat gerhana, sebagian cakram Matahari masih terlihat.

Hal serupa juga diungkapkan profesor dari School of Optometry & Vision Science, University of Waterloo, Ralph Chou mengatakan sedikit cahaya saja dari Matahari dapat merusak mata.

"Saya pernah melihat kasus saat pasien datang dengan bekas luka bakar berbentuk Bulan sabit di bagian belakang, dan Anda kemungkinan tahu kapan mereka melihatnya," dia menjelaskan, dikutip dari Space dalam laporannya pada 2017.

Kondisi ini terjadi karena reaksi kimia yang terjadi di retina. Di bagian mata tersebut, terdapat dua jenis fotoreseptor yakni sel batang untuk melihat dalam gelap dan sel kerucut untuk melihat warna.

Saat radiasi Matahari kena pada retina, akan merusak sel-sel yang ada di dalamnya. Kondisi tersebut disebut sebagai cedera fotokimia retina atau retinopati surya.

Cedera pada retina itu bisa terjadi bergantung pada berapa lama seseorang menatap langsung Matahari tanpa perlindungan sama sekali.

Pada kasus yang lebih parah lagi dapat membuat kerusakan fotokimia dengan cedera termal, luka bakar dan menghancurkan kedua sel pada retina. Biasanya ini terjadi pada mereka yang melihat Matahari tanpa perlindungan berulang kali serta menatap dalam waktu lama.

Ini juga bisa terjadi bahkan saat seseorang melihat Matahari dengan menggunakan tambahan alat teleskop, namun tanpa filter Matahari.

Jadi yang perlu Anda lakukan saat akan melihat gerhana Matahari secara langsung adalah gunakan pelindung mata. Sementara waktu yang pas untuk melihat Matahari tanpa alat bantu apapun hanya saat fase totalitas, yakni saat Bulan menghalangi sinar Matahari sepenuhnya dan hanya korona yang terlihat.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |