Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap China di sektor teknologi. Otoritas regulator komunikasi AS berencana melarang seluruh laboratorium China menguji perangkat elektronik yang akan dijual di pasar Amerika.
Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) menyatakan akan melakukan pemungutan suara pada 30 April terkait proposal pelarangan laboratorium China menguji perangkat seperti smartphone, kamera hingga komputer untuk penggunaan di AS.
Tahun lalu, FCC telah melarang pengujian elektronik AS oleh laboratorium yang dimiliki pemerintah China. Kebijakan tersebut membuat 23 laboratorium langsung diblokir.
Meski begitu, FCC menilai sebagian besar laboratorium berbasis di China masih tetap melakukan pengujian perangkat yang ditujukan untuk pasar Amerika.
FCC menyebut sekitar 75% perangkat elektronik global saat ini diuji di laboratorium China. Artinya, jika aturan ini diberlakukan penuh, dampaknya berpotensi besar terhadap rantai pasok industri elektronik dunia.
Mengutip Reuters, sebelum larangan final diberlakukan, FCC juga lebih dulu menyetujui proses persetujuan yang dipercepat bagi perangkat yang diuji di laboratorium AS atau negara lain yang dianggap tidak berisiko terhadap keamanan nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan terbaru Washington dalam menekan Beijing di sektor teknologi. Sebelumnya, FCC juga mengusulkan pelarangan impor perangkat dari sejumlah produsen China.
Pada 2021, FCC telah memasukkan Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua ke dalam daftar perusahaan yang dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional AS.
Otoritas AS kini juga berencana melarang impor perangkat dari perusahaan tersebut, termasuk produk yang sebelumnya sudah disetujui untuk dijual di Amerika.
Tekanan terhadap produk teknologi China juga terus meningkat. Pada Desember lalu, FCC melarang impor semua model baru drone buatan China. Bulan berikutnya, regulator AS kembali melarang impor router konsumen buatan China.
Sebelumnya, FCC juga telah memblokir sejumlah perusahaan China untuk menyediakan layanan telekomunikasi di Amerika Serikat dengan alasan keamanan nasional.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

8 hours ago
6
















































