Bahlil Tetapkan Tingkat Balik Modal Investasi Migas 13%-17%

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menetapkan skema tingkat pengembalian modal atau Internal Rate of Return (IRR) investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di kisaran 13%-17%. Hal itu sebagai stimulus untuk menarik minat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mengoptimalkan produksi sumur minyak melalui intervensi teknologi.

Bahlil menjelaskan, penyesuaian angka pengembalian modal tersebut bisa memberikan kepastian keekonomian bagi para pelaku usaha di sektor migas. Hal itu juga sebagai respon pemerintah atas aspirasi pengusaha yang membutuhkan margin keuntungan lebih kompetitif untuk menutup tingginya biaya modal teknologi.

"Maka saya tanya kepada mereka apa yang kalian butuh dari negara? Dibutuhkan insentif relaksasi agar IRR-nya di atas 14. Saya bilang kalau itu yang terjadi saya buatkan. Makanya IRR-nya kita bagi tiga sekarang. Ada 17, ada 15, ada 13," ujarnya dalam acara dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, dikutip Senin (4/5/2026).

Detailnya, untuk wilayah kerja baru yang memiliki jangka waktu kontrak panjang, pemerintah mematok angka yang lebih seimbang. Sementara untuk proyek ekspansi pada lapangan eksisting diberikan angka yang lebih tinggi.

"Kalau yang baru-baru udahlah 13-14% nggak apa-apa, 20 tahun kan nafasnya panjang. Tapi kalau yang mau ekspansi kita kasih 17%. Daripada barang itu jadi nggak jadi apa-apa," imbuhnya.

Di samping itu, pemerintah juga tengah mendorong pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) pada puluhan ribu sumur minyak yang kurang produktif. Bahlil mencatat terdapat potensi besar dari puluhan ribu sumur migas di Indonesia yang membutuhkan tambahan investasi agar produksinya tidak terus mengalami penurunan.

"Sumur-sumur yang dikuasai oleh K3S yang memang produksinya sudah tidak terlalu baik tapi cadangannya di dalam masih ada, maka kita intervensi dengan teknologi. Salah satu di antaranya adalah EOR. Tapi mereka kan ketika mau mengembangkan ekspansi itu butuh capex yang besar," katanya.

Berdasarkan catatannya, dari total sekitar 46.000 sumur minyak yang ada di Indonesia, hanya sekitar 20.000 sumur yang saat ini berproduksi optimal. Dengan adanya kepastian tingkat balik modal ini, pemerintah berharap para kontraktor segera mengeksekusi rencana pengembangan lapangan agar bisa memperkuat ketahanan energi nasional.

"Dan inilah strategi kemudian untuk kita meningkatkan lifting. Itulah rumus salah satu di antaranya kenapa lifting di 2025 bisa mencapai target," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |