Berangsur Pulih, Freeport Targetkan Produksi 75% di Semester I-2027

6 hours ago 3

Mimika, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan target produksi tambang oleh perusahaan bisa mencapai 75% dari produksi normal pada Semester I-2027 mendatang. Hal itu diproyeksikan meningkat dari target capaian produksi perusahaan pada akhir tahun 2026 sebesar 65% dari produksi normal.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebutkan saat ini perusahaan tengah fokus melakukan pembersihan material sisa longsoran di tambang Grasberg Block Cave (GBC). Ia memastikan pengerjaan teknis terus dipercepat agar operasional tambang dapat kembali ke level normal secara bertahap guna menjaga stabilitas kontribusi bagi negara.

"Ke depannya kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga 75% pada semester satu 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027," ujarnya dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Selasa (18/8/2026).

Upaya pemulihan tambang bawah tanah tersebut melibatkan pemindahan sekitar 800.000 ton material lumpur basah serta perbaikan berbagai infrastruktur pendukung yang sempat terdampak insiden. Pihaknya juga melakukan modifikasi pada sejumlah alat berat karena karakteristik bijih yang ditemukan di lapangan ternyata lebih basah dibandingkan perkiraan awal.

"Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan perlu dimodifikasi sedikit tapi sekarang sudah ongoing, semua sesuai target 65% tahun ini, 75% semester satu dan menuju 100% di semester dua," tambahnya di sela acara.

Hingga akhir tahun 2026, PTFI memproyeksikan kapasitas produksi menyentuh volume 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas. Meskipun belum beroperasi maksimal, perusahaan memproyeksikan kontribusi kepada penerimaan negara pada tahun ini masih mampu menyentuh angka Rp 47 triliun.

"Tahun depan tentu akan lebih tinggi lagi karena tahun depan kita kan bisa mencapai semester satu itu 75% dan akhir tahun depan itu menuju ke 100%. Dan kalau kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya," katanya.

Kelancaran proses pemulihan tersebut menjadi kunci bagi keberlanjutan investasi jangka panjang PTFI, termasuk pengembangan proyek tambang bawah tanah yakni Kucing Liar. Perusahaan memproyeksikan Kucing Liar bisa mulai produksinya pada tahun 2029 mendatang.

Dengan begitu, perusahaan berkomitmen tetap mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat selama proses peningkatan kapasitas produksi menuju level 100% di akhir tahun 2027.

"Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |