Breaking: BTN (BBTN) Cetak Laba Rp3,5 T Sepanjang 2025, Naik 16%

1 hour ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencetak laba bersih konsolidasi sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan laba itu naik 16,4% secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebesar Rp3 triliun pada tahun 2024.

"BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini. Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin," ujar Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 23% yoy menjadi Rp36,33 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp29,55 triliun. Di sisi lain, peningkatan di beban bunga sangat minim yaitu 0.4% yoy menjadi Rp17,91 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp17,84 triliun. Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5% menjadi Rp18,42 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun 2024.

Nixon menuturkan, BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah.

"Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%," tuturnya.

Pada penyaluran kredit, BTN secara konsolidasi tercatat sebesar Rp400,57triliun, meningkat 11,9%yoy pada akhir tahun 2025. Nixon menjelaskan, mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp305,5 triliun.

Di kredit perumahan, BTN membukukan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10% yoy menjadi Rp191,18 triliun pada akhir 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp173,8 triliun. Sedangkan KPR Non-Subsidi BTN meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,04 triliiun hingga akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp105,9 triliun.

Pertumbuhan kredit diiringi dengan peningkatan kualitas kredit di sepanjang tahun 2025, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1% dari tahun sebelumnya yakni 3,2%. Sebagai upaya memperbaiki struktur risiko, BTN melakukan peningkatan pencadangan atau NPL Coverage menjadi 123,9% pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4%.

Pada pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) naik 14,6% yoy menjadi Rp437,39 triliun pada akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp381,66 triliun. Nixon menjelaskan, pertumbuhan DPK BTN yang double-digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.

BTN membukukan jumlah pengguna (user) Bale by BTN yang tumbuh pesat 66,1% yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2,2 juta. Meningkatnya jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2% yoy menjadi 2,21 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,23 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun.

Total aset BTN pun kali ini meningkat 12,4% yoy menjadi Rp527,79 triliun pada akhir tahun 2025.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |