Rektor UT Prof Ali Muktiyanto dalam pidatonya mengatakan sangat mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas riset serta pengabdian kepada masyarakat oleh segenap sivitas akademika UT. Bahkan anggaranpun akan terus ditingkatkan sampai tembus Rp100 miliar dari saat ini yang sudah berada di angka Rp67 miliar.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Universitas Terbuka (UT) mengalokasikan dana internal hingga Rp67 miliar untuk mendukung riset inovasi, pengabdian kepada masyarakat (PkM), hilirisasi, hingga rehabilitasi daerah bencana pada 2026. Anggaran tersebut bahkan bisa tembus Rp100 miliar dengan sistem perencanaan yang matang.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penyerahan Kontrak Penelitian dan PkM, Katalog Inovasi, serta Anugerah Karya Inovasi UT Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (13/2/2026).
Kegiatan bertema “Riset dan PkM Berdampak untuk Mewujudkan UT yang Unggul” itu merupakan agenda rutin awal tahun yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka (LPPM UT) sebagai penanda dimulainya aktivitas penelitian dan pengabdian.
Rektor UT Prof Ali Muktiyanto dalam pidatonya mengatakan sangat mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas riset serta pengabdian kepada masyarakat oleh segenap sivitas akademika UT. Bahkan anggaranpun akan terus ditingkatkan sampai tembus Rp100 miliar dari saat ini yang sudah berada di angka Rp67 miliar.
“Bahkan pimpinan risetnya nanti akan dilakukan juga oleh para profesor. Tujuannya untuk meramaikan riset dan pengabdian masyarakat. UT punya 42 profesor, semuanya nanti akan terjun langsung sebagai pimpinan riset dan akan mendapat apresiasi tersendiri,” imbuh Ali Muktiyanto.
Ia menegaskan kalau saat ini UT sudah siap bergerak menuju status sebagai kampus top dunia (World Class University) dengan meningkatkan kualitas penelitian.
“Jadi lewat institusi penelitian dan pengabdian masyarakat di UT ini, kita akan sama-sama meramaikan jalur riset, penulisan jurnal ilmiah, pengabdian masyarakat serta penerbitan paten dan hilirisasi hasil penelitian,” tegas Ali
Sementara itu, Kepala LPPM UT, Prof. Dewi Artati Padmo dalam pidato laporannya mengatakan, alokasi dana sebesar Rp67 miliar merupakan bentuk komitmen kuat UT dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya darma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dana internal tahun 2026 mencapai Rp67 miliar dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan keseriusan UT dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, hilirisasi, serta PkM yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendanaan internal mencakup berbagai skema penelitian, antara lain penelitian kompetitif, penugasan, kelompok riset, kolaborasi nasional dan internasional, pengembangan MOOCs dan microcredential, hilirisasi, serta penelitian mahasiswa S1.
Adapun skema PkM meliputi PkM dosen/komunitas, PkM nasional desa binaan, PkM internasional, PkM kebencanaan, hingga PkM kewirausahaan mahasiswa.
“Seluruh proses pengelolaan riset dan PkM dilakukan secara digital melalui sistem Simpenmas yang dikelola LPPM UT.
“Selain bersumber dari dana internal, kegiatan tersebut juga didukung pendanaan eksternal,” imbuh Dewi.
Dalam kesempatan yang sama, UT juga menayangkan dan menyerahkan Katalog Karya Inovasi dan Pengabdian Universitas Terbuka untuk Negeri Tahun 2025. Sebanyak 45 karya inovasi terpilih didokumentasikan dalam katalog tersebut, terdiri atas 12 produk penelitian keilmuan, 22 produk PkM, dan 11 produk riset inovasi.
Produk-produk tersebut merupakan hasil riset dan PkM yang dilaksanakan sepanjang 2025 oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UT.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya paling inovatif dan berdaya guna, UT kembali menganugerahkan penghargaan Catha Sancaya Universitas Terbuka kepada dua tim peneliti terbaik tahun ini. Catha Sancaya merefleksikan kepedulian dan partisipasi aktif sivitas akademika dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui profesi dan keilmuan yang dimiliki.
Dewi menambahkan, setiap dosen di lingkungan UT memiliki kewajiban melaksanakan penelitian dan PkM, baik sebagai ketua maupun anggota peneliti. Untuk mencapai target jumlah penelitian, hilirisasi, dan PkM, UT juga membuka kesempatan luas bagi tenaga kependidikan dan mahasiswa S1 untuk terlibat aktif.
“Riset dan PkM di UT tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga produk inovatif yang berdaya guna, termasuk untuk mendukung rehabilitasi daerah terdampak bencana. Kami ingin memastikan bahwa setiap karya memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Melalui penguatan pendanaan, digitalisasi tata kelola, serta apresiasi terhadap inovasi, UT menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi terbuka yang unggul dan berdampak bagi negeri.(id11)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































