Deretan Saham Free Float Hampir 15%, Market Cap Jumbo: Layak Dilirik?

1 hour ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

10 February 2026 10:24

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana menaikkan batas minimum free float dari semula 7,5% menjadi 15%, dengan penerapan bertahap selama tiga tahun.

Saat ini ada lebih dari 200 saham memiliki free float kurang dari 15%, oleh karena itu kami nilai tidak semua saham itu jadi menarik dan potensi akan terjadi aksi korporasi.

Dalam konteks tersebut, kami melakukan screening dan menemukan 35 saham yang saat ini memiliki free float di bawah 15% tetapi berkapitalisasi pasar di atas Rp20 triliun menjadi menarik untuk diamati, karena kelompok ini relatif lebih potensial melakukan aksi korporasi seperti offered secondary, divestasi, atau penyesuaian kepemilikan publik guna memenuhi target free float baru.

Dorongan regulasi yang semakin kuat, ditambah kebutuhan untuk memperbaiki likuiditas dan menarik investasi institusional, menjadikan saham-saham ini layak dipantau sebagai kandidat potensial dalam jangka menengah, terutama jika mereka secara strategis merencanakan peningkatan porsi saham publik sebagai respons terhadap momentum kebijakan pasar modal yang sedang berjalan.

Berikut daftar-nya:

Langkah peningkatan free float ini sejati-nya bertujuan memperkuat likuiditas pasar, memperluas basis investor, serta meningkatkan transparansi dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun global, sejalan dengan rekomendasi penyedia indeks internasional seperti MSCI yang menilai bahwa free float yang rendah menjadi salah satu hambatan investability pasar saham Indonesia.

Regulator saat ini juga membuka konsultasi publik dan penyesuaian regulasi pencatatan saham untuk memastikan implementasi yang terukur dan terkoordinasi dengan pelaku pasar.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |