Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik yang masih bergejolak. Hal tersebut di sampaikan di hadapan para pelaku industri minyak dan gas (migas).
Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi dengan konflik yang terus terjadi seperti ketegangan antara Israel dan Lebanon, serta konflik lain yang hingga kini masih berlangsung.
"Pandangan semua negara semakin tidak jelas arahnya kemana, dampaknya bukan hanya negara yang bertikai, tapi semua negara hampir rakyat seluruh dunia bahkan Indonesia," kata Bahlil di acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).
Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menjaga kinerja ekonomi di tengah tekanan global tersebut. Sebagai contoh, pada kuartal 1 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 6,51% dengan tingkat inflasi tetap terkendali.
Ia menilai capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20. Adapun, ketahanan ekonomi nasional ini menurutnya tidak lepas dari kontribusi berbagai sektor, terutama sektor hulu migas.
"Ini tertinggi diantara G20 dan ini terjadi karena kontribusi semua pihak dan khususnya di hulu migas dan sektor energi secara keseluruhan," ujarnya.
(ven)
Addsource on Google

11 hours ago
5

















































