Dorong Ekonomi Digital RI, Kemenaker Target Cetak 60 Ribu Affiliate

2 hours ago 1

Kota Bekasi, CNBC Indonesia - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng Shopee untuk mencetak sedikitnya 60 ribu affiliate baru sepanjang 2026. Program ini digadang menjadi salah satu strategi memperluas kesempatan kerja di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang nilainya diperkirakan menembus US$100 miliar atau Rp1.550 triliun.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengatakan, pelatihan affiliate marketing yang diinisiasi Shopee masuk sebagai bagian dari transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar selaras dengan kebutuhan industri digital. Menurutnya, peluang kerja tidak lagi terbatas pada sektor formal, tetapi juga merambah pekerjaan informal berbasis digital yang fleksibel dan minim modal.

"Kalau 100 trainer ini kembali ke unit masing-masing dan melatih minimal 600 peserta, berarti kita bisa mencetak 60 ribu affiliate baru. Ini peluang nyata untuk memperluas kesempatan kerja," ujar Yassierli dalam peluncuran Program Akademi Pengajar Shopee di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Rabu (11/2/2026).

Program ini diawali dengan pelatihan 100 instruktur dari 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenaker. Para trainer tersebut akan mengikuti training of trainers selama tiga hari, sebelum kembali ke daerah masing-masing untuk membuka kelas affiliate.

Yassierli menilai model pekerjaan sebagai affiliate relatif mudah diakses masyarakat. Tidak memerlukan modal besar, cukup perangkat gawai dan kreativitas dalam memasarkan produk melalui fitur live streaming maupun video pendek.

Ia menegaskan, keberhasilan peserta justru menjadi ukuran utama program ini, bukan sekadar besaran komisi. "Kebahagiaan seorang instruktur adalah ketika peserta yang dia latih berhasil. Kalau satu affiliate bisa menopang keluarganya, dampaknya akan sangat luas," ujarnya.

Berdasarkan simulasi Kemenaker, jika satu trainer melatih 600 peserta dan masing-masing affiliate menopang empat anggota keluarga, maka satu siklus pelatihan berpotensi memberi dampak ekonomi pada ribuan orang.

Sementara itu, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan, transformasi digital bukan semata soal teknologi, tetapi kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya.

"Teknologi itu alat. Yang menentukan dampaknya adalah manusianya. Ekosistem digital membuka peluang belajar dan bekerja, termasuk bagi mereka yang sebelumnya jauh dari akses ekonomi," ujarnya.

Shopee mencatat 67% affiliate di Indonesia mengaku memperoleh tambahan penghasilan signifikan. Sementara itu, kategori produk seperti beauty, fashion, dan home care menjadi yang paling banyak dipromosikan.

Dari sisi makro, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$100 miliar dengan kontribusi e-commerce yang terus meningkat. Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia juga diproyeksi tumbuh dari 71 pada 2025 menjadi 140 pada 2030.

Melalui kolaborasi ini, Shopee dan Kemenaker juga memastikan para instruktur memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna menjaga standar kompetensi. Kemenaker juga menyatakan akan memonitor perkembangan peserta setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan efektif dan benar-benar menciptakan peluang kerja baru di sektor digital.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan dan edukasi kepada jutaan UMKM di Indonesia. Hingga kini, program tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 350.000 jam pelatihan dan didukung hampir 400 modul pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan talenta digital.

Ke depan, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir 2026 yang tersebar di berbagai kota. Langkah ini diharapkan memperluas akses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |