Gampong Lam Asan Aceh Besar Kelola Sampah Mandiri Lewat TPS-3R

6 hours ago 4
Aceh

10 April 202610 April 2026

Gampong Lam Asan Aceh Besar Kelola Sampah Mandiri Lewat TPS-3R Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) Gampong Lam Asan, kuta Baro, Jumat (10/4/2026). Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

KOTA JANTHO (Waspada.id): Gampong (desa) Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, memiliki Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang dikelola secara mandiri dibawah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asan Berseri.

TPS-3R BUMG tersebut merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui dana Otsus tahun 2025, dibina oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Besar, yang bertujuan mengelola dan mengolah sampah untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya, sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan menjaga lingkungan.

Ketua BUMG Asan Berseri Syuhada, 30, mengatakan saat ini BUMG ini baru beroperasi dengan dua orang tenaga kerja. Proses yang baru berjalan yaitu pengumpulan sampah dari rumah-rumah masyarakat Gampong Lam Asan dan empat gampong tetangga. “Saat ini proses pengumpulan sampah baru dari gampong Lam Asan dan empat gampong tetangga,” ujarnya di lokasi TPS-3R, Gampong Lam Asan, kuta Baro, Jumat (10/4/2026).

Selanjutnya, Syuhada mengatakan pengolahan sampah dilakukan dengan cara pemilahan sampah warna, selanjutnya dilakukan pencacahan kecil-kecil. Setelah dicacah kecil-kecil sesuai warna, selanjutnya dikemas dan pemberian label,” terangnya.

Keuchik Lam Asan, Jufri menunjukkan hasil cacahan sampah di TPS-3R Gampong Lam Asan, Kuta Baro, Jumat (10/4/2026). Waspada.id/Ist

Keuchik (kepala desa) Lam Asan Jufri mengatakan pendapatan BUMG selanjutnya menjadi Pendapatan Asli Gampong (PAG) didapat dari kontribusi warga Rp15.000/rumah setiap bulannya, serta penjualan hasil cacahan sampah tersebut ke penampungan maupun ke Medan. “Saat ini pendapatan BUMG selajutnya menjadi PAG yaitu dari kontribusi masyarakat yang sampahnya kita kumpulkan dari rumah, sekitar 1 sampai 2 juta rupiah,” sebutnya.

Ia mengaku BUMG masih kekurangan mesin press untuk packaging, jika itu sudah ada mungkin bisa menambah pendapatan. “Saat ini BUMG membutuhkan mesin press agar bisa packaging sendiri dan bisa dijual lebih dari pendapatan saat ini, serta akan berupaya mencari sumber sampah yang lebih luas,” katanya.

Camat Kuta Baro saat melihat langsung operasional TPS-3R Gampong Lam Asan, Kuta Baro, Jumat (10/4/2026). Waspada.id/Ist

Sementara itu, Camat Kuta Baro Zahrul Fuadi mengatakan TPS-3R tersebut hadir untuk mendukung pengelolaan sampah secara mandiri serta dapat memberikan penghasilan tambahan bagi PAG itu sendiri, serta yang paling penting adalah untuk menjaga lingkungan dan mendukung program ASRI.

“Untuk itu, kita berharap masyarakat dapat ambil bagian dalam mendukung program BUMG ini, karena hasilnya nanti juga akan kembali kepada masyarakat, baik itu dampak lingkungan yang bersih terbebas sampah serta PAG untuk pembangunan gampong,” harapnya. (id67)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |