Geger Raja Inggris Charles 3 Seorang Muslim, Ini Kronologinya

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Raja Charles Inggris III disebut "seorang muslim". Hal ini dikatakan mantan walikota New York City dan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rudy Giuliani.

Ia menyebut putra mendiang Ratu Elizabeth itu beragama Islam. Dikatakannya pula "umat Muslim ingin mengambil alih" Inggris.

Pernyataan Giuliani itu terungkap dalam sebuah wawancara di acara YouTube jurnalis Inggris Piers Morgan Senin waktu setempat. Saat itu, ia sedang berargumen mendukung perang AS-Israel melawan Iran.

"Saya mendapat kabar dari orang-orang di Inggris bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun," katanya kepada Morgan, dimuat pula oleh laman Arab, Middle East Monitor, Rabu (1/4/2026).

"Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris daripada Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris," tambahnya lagi.

Sebenarnya, masih merujuk laman yang sama, gagasan bahwa Charles III diam-diam adalah seorang Muslim adalah teori konspirasi online yang populer. Pasalnya kepala Gereja Inggris itu dikenal sebagai pengagum berat Islam dan bahkan mempelajari bahasa Arab untuk membaca Al-Quran.

Charles III sebelumnya berpendapat bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen adalah tiga agama monoteistik besar. Menurutnya, ketiganya memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang umumnya dipahami.

Lebih lanjut Giuliani mengatakan kepada Morgan bahwa "Muslim di Inggris sedang mengambil alih dan mereka ingin mengambil alih" serta "itu adalah tujuan mereka". Menurutnya pula, Iran adalah pendorong di baliknya.

"Jadi, jika Anda menyingkirkan Republik Islam Iran, semuanya akan bergerak ke arah yang berlawanan," tegas Giuliani.

Sebenarnya hanya 5% penduduk Inggris yang beragama Muslim. Namun Giuliani mengatakan meski kecil, mereka "memiliki kekuatan yang luar biasa".

"Berapa banyak jabatan walikota yang mereka miliki? Banyak sekali," ujarnya menyinggung beberapa walikota terpilih di Inggris yang beragama Islam, termasuk walikota London, Sadiq Khan.

Singgung Al-Quran & PM Inggris

Giuliani juga menyinggung Al-Quran. Mulanya ia menyindir banyaknya wanita yang mengenakan cadar di Inggris, yang menurutnya, belum pernah saya lihat sebelumnya.

"Ada perdebatan tentang apakah hukum Syariah harus dihormati. Tentu saja tidak seharusnya dihormati," katanya lagi.

"Hukum Syariah adalah kultus kematian. Dan Al-Quran adalah kultus kematian," ujarnya.

Giuliani juga menyinggung Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dalam wawancara itu. Katanya, tampaknya sang PM Partai Buruh itu sangat terpengaruh secara politik oleh umat Muslim.

Sikap Raja Charles

Perlu diketahui, Raja Charles III dikenal sebagai seorang Anglikan yang taat. Keterlibatannya yang mendalam dengan Islam terkait dengan ketertarikannya pada tradisionalisme, aliran pemikiran esoteris abad ke-20 yang pada awalnya menentang dunia modern, percaya bahwa semua agama besar memiliki kebenaran universal yang dapat menjadi penawar bagi masalah-masalah kontemporer.

"Jika (para Tradisionalis) membela masa lalu, itu karena di dunia pra-modern, semua peradaban ditandai oleh kehadiran hal-hal sakral," kata Charles dalam pidato tahun 2006

Pandangan raja tentang perang AS-Israel di Iran tidak diketahui. Tetapi telah banyak dilaporkan bahwa ia secara pribadi menentang invasi Irak pada tahun 2003.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |