Tangerang, CNBC Indonesia - Grab Indonesia bersama OVO menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) swasta bagi siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus, di wilayah Tangerang Raya. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan sekolah serta dinas terkait, sekaligus melibatkan UMKM dan mitra pengemudi dalam ekosistemnya.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sepenuhnya didanai swasta untuk mendukung perluasan jangkauan MBG.
"Jadi ini merupakan CSR didanai secara sepenuhnya oleh swasta dan tujuannya juga sebenarnya untuk mendukung terutama program dari MBG meluaskan jangkauannya kepada teman-teman berkebutuhan khusus," ujar Tirza dalam kunjungan program MBG di Sekolah Khusus Assalam 01 & 02, Tangerang, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara sektor swasta dengan institusi pendidikan dan pemerintah daerah, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi UMKM serta mitra pengemudi.
Menurut Tirza, program MBG yang dijalankan Grab tidak secara khusus menyasar sekolah berkebutuhan khusus, namun saat ini sebagian besar mitra sekolah yang terlibat memang merupakan sekolah dengan siswa berkebutuhan khusus. Hal ini dinilai selaras dengan misi sosial program CSR perusahaan.
Sejak tahun lalu, program tersebut telah menjangkau sekitar 40 sekolah dengan total sekitar 4.500 siswa di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
"Kita sudah mulai dari pertengahan 2025 kalau yang Tangerang ya, kalau program MBG keseluruhan sudah mulai dari awal sejak MBG diluncurkan dan komitmen kami untuk tahun ini penuh, jadi sampai akhir tahun itu kami sudah berkomitmen dan sudah kerjasama juga dengan sekolah maupun dinas kesehatan dan pendidikan setempat," ungkap Tirza.
Saat ini, fokus utama perusahaan adalah meningkatkan kualitas ekosistem MBG melalui pemanfaatan teknologi serta pemberdayaan UMKM di sekitar sekolah.
"Jadi fokus kami adalah bagaimana caranya menyempurnakan alur dari ekosistem ini supaya kualitasnya makin baik dan kita juga selalu belajar ada saja masukan-masukan dan perbaikan-perbaikan yang dilakukan jadi kami mau fokusnya ke kualitas," ujarnya.
Pemanfaatan teknologi dalam distribusi
Tirza menjelaskan, seluruh proses pemesanan hingga distribusi makanan dilakukan melalui sistem aplikasi. Guru atau penanggung jawab sekolah dapat memesan kebutuhan makanan untuk satu minggu ke depan, sehingga UMKM penyedia dapat melakukan perencanaan produksi lebih awal.
Distribusi makanan kemudian dilakukan oleh mitra pengemudi Grab sesuai jadwal yang telah ditentukan. Data jumlah makanan yang diterima dan dikonsumsi siswa juga dicatat melalui aplikasi, termasuk pengembalian peralatan makan.
Selain itu, aspek kualitas dan kebersihan juga dipantau melalui teknologi. UMKM penyedia makanan dilengkapi CCTV untuk memastikan standar kebersihan, seperti penggunaan masker dan penutup kepala, tetap terjaga.
Kriteria mitra pengemudi
Untuk distribusi MBG, Grab menggunakan mitra pengemudi yang telah memiliki rekam jejak kinerja baik di platform. Jumlah mitra disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan lokasi UMKM.
"Biasanya memang mereka (driver) yang sudah menjadi mitra kami sebelumnya, kenapa? karena kan kita butuh melihat konsistensi dari kinerjanya ya karena dengan MBG ini kan ada jam khususnya nih jadi harus nyampe jam berapa, dianterin jam berapa supaya nanti enggak ada yang telat," kata Tirza.
Ia menambahkan, mitra yang dipilih umumnya sudah memiliki catatan performa yang baik dan dinilai dapat diandalkan dalam pengiriman.
Selama jam operasional MBG, mitra pengemudi hanya fokus pada pengantaran program tersebut. Setelah itu, mereka diperbolehkan mengambil pesanan lain seperti biasa.
Sistem pengiriman juga dilengkapi prosedur standar, di mana pengemudi wajib mengunggah bukti penjemputan dan pengantaran melalui aplikasi, sehingga seluruh proses dapat dipantau dari hulu hingga hilir.
Untuk biaya program, Grab menerapkan skema yang sama dengan program pemerintah, yakni Rp15.000 per porsi. Rinciannya, Rp10.000 dialokasikan untuk makanan dan Rp5.000 untuk biaya operasional, termasuk pengiriman oleh mitra pengemudi.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































