Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen komputer terbesar dunia, Lenovo Group, memperingatkan tekanan terhadap penjualan PC akibat krisis chip memori global yang melanda di 2026.
Chief Executive Lenovo, Yang Yuanqing, mengatakan, bahwa perusahaan telah menaikkan harga untuk menutup lonjakan biaya untuk pembelian chip memori yang langka. Di saat yang sama, perusahaan juga mempercepat ekspansi ke pasar komputasi kecerdasan buatan (AI) yang tumbuh pesat, khususnya untuk kebutuhan inferensi.
"Kami memperkirakan penjualan unit PC akan menghadapi tekanan, tetapi kami yakin kami masih dapat meningkatkan pendapatan dan mempertahankan profitabilitas," kata Yang, dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi produsen PC, seiring kelangkaan chip memori yang dipicu tingginya permintaan untuk teknologi AI. Kondisi ini menekan margin keuntungan sekaligus mengancam target produksi.
Secara kinerja, pendapatan Lenovo pada kuartal ketiga naik 18% menjadi US$22,2 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar US$20,6 miliar. Namun, laba bersih perusahaan turun 21% menjadi US$546 juta, terutama karena beban restrukturisasi sebesar US$285 juta.
Restrukturisasi tersebut bertujuan mempertajam fokus perusahaan pada pasar inferensi AI, sekaligus menekan biaya hingga US$200 juta dalam tiga tahun ke depan. Sementara itu, laba bersih yang disesuaikan, justru naik 36% menjadi US$589 juta.
Bisnis PC, tablet, dan ponsel Lenovo, yang menyumbang sekitar 70% total pendapatan, mencatat kenaikan pendapatan 14,3% pada periode tersebut.
Adapun unit infrastruktur digital, termasuk bisnis server AI, tumbuh 31% meski masih mencatat rugi operasional sebesar US$11 juta karena investasi untuk meningkatkan kemampuan AI.
Bisnis server AI Lenovo mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit tinggi, didorong oleh pipeline yang kuat serta penerapan solusi rack-scale berbasis desain GB200 NVL72 dari Nvidia.
Yang mengatakan permintaan AI kini bergeser dari tahap pelatihan ke tahap inferensi. Karena itu, Lenovo menyesuaikan portofolio servernya untuk membidik pasar infrastruktur AI, yang diproyeksikan akan tumbuh tiga kali lipat pada 2028.
Pada awal Januari, Lenovo juga meluncurkan server enterprise baru untuk beban kerja inferensi AI bersama AMD.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3
















































