IHSG Sideways, Sepekan Saham Ini Dihajar Asing

3 hours ago 4

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

21 February 2026 12:30

Jakarta, CNBC Indonesia  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways sepanjang pekan pendek ini, mayoritas saham konglomerat masih jadi target jualan asing.

Pada Jumat pekan ini (20/2/2026), IHSG koreksi tipis 0,03% ke posisi 8.271,77. Selama lima hari perdagangan, pergerakan indeks masih bertahan di atas level 8000, tetapi masih sulit menguat ke atas 8400.

Seiring dengan pergerakan IHSG yang masih belum kemana-mana alias sedang konsolidasi, asing terpantau masih banyak jualan saham konglo.

Tekanan jual terbesar terjadi pada Bumi Resources (BUMI) dengan net sell mencapai sekitar Rp855,4 miliar. Di posisi berikutnya, saham perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) juga mengalami net sell cukup dalam, yakni sekitar Rp705,2 miliar.

Sektor pulp & paper melalui Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) turut masuk daftar dengan net sell sekitar Rp165,3 miliar, diikuti oleh saham teknologi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yang mencatatkan net sell sekitar Rp138,7 miliar.

Dari sektor energi dan pertambangan, aksi jual asing terlihat pada Petrosea (PTRO) sebesar Rp120,7 miliar, serta Darma Henwa (DEWA) sekitar Rp106,1 miliar.

Saham batu bara Adaro Minerals Indonesia (ADMR) juga dilego asing dengan nilai sekitar Rp68,9 miliar.

Sementara itu, sektor defensif pun tidak luput dari tekanan. Kalbe Farma (KLBF) mencatat net sell sekitar Rp65 miliar, diikuti oleh saham energi Medco Energi Internasional (MEDC) sebesar Rp60,5 miliar, serta Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan net sell sekitar Rp58,7 miliar. Berikut rincian-nya:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |